banner-sheroes-yoga
Ekonomi

Pemerintah Targetkan Transaksi BINA Lebaran 2026 Tembus Rp53 Triliun

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai transaksi BINA Lebaran menembus angka Rp53 triliun. Program belanja ini diharapkan memacu konsumsi masyarakat dan ekonomi aw...

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam agenda pelucuran Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam agenda pelucuran Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 di Mall Senayan City, Jakarta Jumat (6/3/2026). Foto oleh Periskop/Mari Jessica
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menargetkan nilai transaksi program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran menembus angka Rp53 triliun. Ajang pesta diskon ini menjadi momentum krusial pemerintah memacu lonjakan tingkat konsumsi masyarakat luas.

​"Saya monitor program BINA targetnya sekarang Rp53 triliun, ini naik 20% dibandingkan BINA Lebaran tahun lalu," ucapnya dalam peluncuran BINA Lebaran di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3).

​Penyelenggaraan festival belanja ini resmi bergulir selama hampir satu bulan penuh. Masyarakat dapat menikmati berbagai penawaran menarik mulai tanggal 6 hingga 30 Maret mendatang.

​Pemerintah berani mematok persentase kenaikan target transaksi pada edisi kali ini. Angka ambisius tersebut sejalan dengan misi percepatan pemulihan perputaran roda perekonomian nasional.

​Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun sebelumnya memang tercatat masih relatif rendah. Laju pertumbuhan sektor keuangan negara saat itu hanya mampu menyentuh level 4,87%.

​Pelaksanaan BINA Lebaran diharapkan mampu mendongkrak persentase laju ekonomi tersebut menjadi jauh lebih tinggi. Langkah taktis ini diyakini sukses memperkuat fondasi keuangan domestik pada awal tahun.

​"Kami berharap ini akan terus meningkatkan konsumsi dalam negeri," tegasnya.

​Program belanja akbar ini turut mengemban misi besar mendukung sektor usaha kecil dan menengah. Para pelaku UMKM terlibat langsung menyuplai produk ke dalam rantai pasok industri ritel modern.

​Keterlibatan aktif pengusaha kecil ini siap menciptakan efek berganda bagi kesejahteraan masyarakat. Ratusan pusat perbelanjaan di seluruh penjuru negeri juga kompak berpartisipasi menyukseskan acara bergengsi ini.

​Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) mengerahkan 414 anggota mal di berbagai daerah. Kemeriahan pesta belanja ini bahkan meluas menjangkau berbagai gerai komersial di stasiun dan bandara.

​Pihak pengelola menyiapkan ragam promosi, potongan harga, dan aktivasi menarik demi memikat animo pengunjung. Strategi ini efektif memperkuat ekosistem perniagaan dari pusat kota hingga titik transportasi strategis.

​Pemerintah menaruh harapan besar ajang BINA Lebaran mampu menjadi simbol optimisme kebangkitan finansial. Kemeriahan pasar domestik ini menjadi bukti nyata pergerakan positif ekonomi nasional secara menyeluruh.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), ramadan, Alphonzus Widjaja, dan lebaran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.