periskop.id - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja menyiapkan berbagai agenda kegiatan sepanjang tahun. 

Ketua Umum APPBI Alphonsus Widjaja menjelaskan langkah ini bertujuan menjaga pertumbuhan sektor ritel sekaligus mengantisipasi periode sepi kunjungan pascamomentum Lebaran.
"Jadi kami mulai saat ini sudah bersiap untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan-kegiatan. Saya kira ini juga sebagai antisipasi untuk menyikapi ataupun antisipasi low season yang akan cukup panjang," ucapnya dalam peluncuran Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3).
Sejumlah agenda rancangan asosiasi siap menjaga stabilitas aktivitas perdagangan di berbagai pusat perbelanjaan. Pihak pengelola memastikan tidak murni memusatkan fokus bisnis pada program BINA Lebaran semata.
Pengelola menyadari masa penurunan jumlah pengunjung selalu membayangi industri ritel setelah periode perayaan hari raya usai. Rangkaian kegiatan lanjutan hingga akhir tahun menjadi solusi mutlak mempertahankan gairah belanja.
Agenda terdekat pengelola mal bermula dengan memanfaatkan momentum libur sekolah pada periode Juni hingga Juli mendatang. Pusat perbelanjaan biasanya mendadak padat oleh rombongan keluarga pada rentang waktu tersebut.
Masyarakat kerap memanfaatkan momen liburan sekolah anak untuk berbelanja kebutuhan sekaligus mencari sarana rekreasi hiburan. Pelaku industri ritel siap mengoptimalkan potensi keramaian pengunjung kawasan komersial ini.
Memasuki bulan Agustus, asosiasi berencana menggelar acara akbar bertajuk Indonesia Shopping Festival. Pesta belanja ini menargetkan peningkatan minat transaksi masyarakat secara masif di berbagai daerah.
Festival tahunan tersebut mengemban misi penting menarik kembali minat pengunjung meramaikan area pusat perbelanjaan. Kolaborasi penyelenggaraan acara unjuk pamer akan terus berlanjut memasuki periode September hingga Oktober.
"Kami bersama Kementerian Pariwisata akan menyelenggarakan Wonderful Indonesia Gastronomy (WIG) yang akan diselenggarakan kurang lebih satu bulan. Semua itu diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia," sambungnya.
Program kolaborasi kementerian ini secara khusus menghadirkan berbagai sajian kuliner dan gastronomi nusantara. Acara berdurasi satu bulan ini menargetkan lonjakan kunjungan pendatang sekaligus mendorong geliat sektor pariwisata.
Rangkaian panjang agenda ini menjadi tameng industri ritel menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global. Penguatan nilai perdagangan dalam negeri menjadi sangat krusial bagi ketahanan pelaku usaha lokal.
"Jadi kita harus mendorong perdagangan dalam negeri, supaya kita tidak tergantung terlalu banyak dari produk luar negeri," pungkasnya.