periskop.id - Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja memproyeksikan peningkatan signifikan jumlah kunjungan masyarakat ke berbagai mal selama periode Ramadan. Ratusan pusat perbelanjaan di seluruh wilayah nusantara dipastikan turut ambil bagian memeriahkan program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran.
"414 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia akan ikut serta di dalam penyelenggaraan BINA Lebaran tahun ini," ucapnya dalam peluncuran program di Mal Senayan City, Jakarta, Jumat (6/3).
Pelaku industri pusat perbelanjaan menyambut momentum hari raya raya dengan tingkat optimisme sangat tinggi. Asosiasi mencatat tren positif kedatangan pengunjung sejak awal bulan puasa.
"Tingkat kunjungan sampai dengan saat ini terpantau mengalami penaikan kurang lebih 10% sampai dengan 15%," sambungnya.
Puncak aktivitas transaksi masyarakat diprediksi terjadi secara masif dalam kurun waktu dua pekan menjelang Idulfitri. Lonjakan keramaian biasanya mulai terlihat menonjol pada setiap akhir pekan.
Pengunjung mulai memadati mal dari hari Jumat hingga Minggu. Masyarakat umumnya menghabiskan waktu luang untuk mempersiapkan berbagai ragam kebutuhan perayaan hari raya sebelum berangkat mudik.
"Puncak penjualan akan terjadi dalam dua minggu ini, terutama mulai akhir pekan hingga sebelum masyarakat melakukan perjalanan mudik," bebernya.
Hampir seluruh kategori ritel diperkirakan bakal mendulang lonjakan angka penjualan pada periode sibuk tersebut. Produk fesyen dan kebutuhan rumah tangga menjadi incaran utama para pembeli.
Pola konsumsi masyarakat akan mengalami perubahan drastis selepas perayaan hari pertama Lebaran. Aktivitas di dalam pusat perbelanjaan tetap terpantau tinggi dengan dominasi sektor berbeda.
Kunjungan warga lebih banyak mengarah pada gerai kuliner, minuman segar, serta arena hiburan keluarga. Masyarakat luas kerap memanfaatkan masa libur panjang untuk sekadar rekreasi bersama kerabat.
"Setelah Idulfitri, khususnya pada hari kedua, tren belanja biasanya bergeser ke makanan, minuman, dan hiburan karena masyarakat datang untuk rekreasi," ujarnya.
Industri ritel meyakini total penjualan selama Ramadan hingga Idulfitri mampu meningkat belasan persen dibandingkan tahun lalu. Program tahunan ini diharapkan sukses memperkuat perputaran roda ekonomi domestik secara merata.
Tinggalkan Komentar
Komentar