periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan kunjungan ke Pasar Tanah Abang Blok A di Jakarta, Senin (9/3). Dalam kunjungan tersebut, ia menyempatkan diri meninjau sejumlah toko pakaian sekaligus melihat langsung aktivitas perdagangan di salah satu pusat grosir terbesar di Indonesia itu.

‎Purbaya menjelaskan kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi daya beli masyarakat di tengah berbagai pandangan yang menyebut ekonomi Indonesia sedang melemah. Menurutnya, ada sejumlah ekonom yang menilai Indonesia berada dalam kondisi resesi dan daya beli masyarakat menurun.

‎"Saya pengen cek karena kalau data-data kita, ekonomi lagi bagus. Harusnya kan di Tanah Abang segala macam ada pembelinya. Saya mau cek itu aja betul apa nggak. Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, itu pasar juga masih ramai," ucap Purbaya kepada media, Jakarta, Senin (9/3). 

‎Dari hasil peninjauan tersebut, ia menilai daya beli masyarakat masih terjaga. Aktivitas belanja di pasar masih berlangsung dan pengunjung tetap berdatangan untuk membeli berbagai kebutuhan.

‎Dia juga menegaskan bahwa kondisi ‎perekonomian nasional saat ini masih dalam keadaan stabil dan jauh dari ancaman krisis. Pemerintah, kata dia, akan terus menjaga stabilitas ekonomi agar masyarakat tidak perlu khawatir terhadap berbagai dinamika global.

‎"Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi apalagi dari krisis kita jauh dari krisis," jelasnya. 

‎Selain itu, pemerintah juga siap mengantisipasi potensi kenaikan harga minyak dunia. Jika terjadi tekanan terhadap harga energi, pemerintah akan berupaya menahannya melalui kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) agar dampaknya terhadap perekonomian domestik tetap terkendali.

‎"Jadi ekonomi kan sedang bagus. Teman-teman nggak usah takut. Nanti kalau harga minyak dunia naik pun kita akan coba absorb lewat APBN dan kita akan kendalikan semaksimal mungkin," tutup dia.