periskop.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan hingga Februari 2026, realisasi penerimaan pajak tercatat mencapai Rp245,1 triliun secara neto atau tumbuh 30,4%, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp188 triliun.

‎Penerimaan pajak secara bruto mencapai Rp336,9 triliun, naik 12,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp299 triliun.

‎"Penerimaan pajak realisasi per akhir Februari secara bruto tumbuh 12,7% secara neto yang betul-betul termasuk cash-nya ke APBN adalah 30,4%," ucap Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara saat konferensi pers APBN KiTa, Jakarta, Rabu (11/3). 

‎Berdasarkan jenis pajak, kontribusi terbesar berasal dari PPN dan PPnBM yang mencapai Rp85,9 triliun dengan pertumbuhan 97,4%. 

‎Kemudian diikuti oleh PPh Final, PPh 22, dan PPh 26 sebesar Rp52,2 triliun, serta penerimaan PPh orang pribadi dan PPh 21 sebesar Rp29 triliun. 

‎Sementara PPh badan tercatat sebesar Rp23,7 triliun, dan penerimaan pajak lainnya mencapai Rp54,4 triliun. ‎Penerimaan pajak tersebut juga menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten selama dua bulan berturut-turut pada awal tahun.

‎Pada Januari dan Februari 2026, penerimaan pajak tercatat masing-masing sebesar Rp116,2 triliun dan Rp128,9 triliun, lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

‎Lebih lanjut, dari sisi kontribusi terhadap APBN, capaian penerimaan pajak hingga Februari 2026 telah mencapai sekitar 10,4% dari target APBN.