iklan periskop
Ekonomi

Bahlil Ungkap 13 Proyek Hilirisasi Capai Rp239 Triliun, Sinyal Kenaikan Harga Nikel Menguat

Pemerintah menyiapkan 13 proyek hilirisasi baru senilai Rp239 triliun. Presiden Prabowo mendorong percepatan energi alternatif, sementara kebijakan batu bara dan nikel tetap mengik...

4 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Bahlil Ungkap 13 Proyek Hilirisasi Capai Rp239 Triliun, Sinyal Kenaikan Harga Nikel Menguat
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia saat memberikan keterangan usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Hambalang. Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan tambahan 13 proyek hilirisasi baru dengan total investasi mencapai sekitar Rp239 triliun. Proyek-proyek tersebut kini memasuki tahap finalisasi setelah sebelumnya 20 proyek tahap pertama sebagian telah groundbreaking dan sisanya segera menyusul.

Hal itu disampaikan Bahlil usai rapat terbatas terkait hilirisasi bersama Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Bogor, pada Rabu, 25 Maret 2026.

“Untuk hilirisasi tahap pertama yang 20 item, sebagian sudah groundbreaking, dan sebagian lagi bulan depan akan dilakukan groundbreaking. Kemudian kita tambah lagi 13 item dengan total investasi kurang lebih Rp239 triliun,” kata Bahlil dalam keterangannya, Kamis (26/3).

Selain hilirisasi, pemerintah juga membahas percepatan pengembangan energi alternatif guna memperkuat ketahanan energi nasional. Presiden, kata Bahlil, meminta optimalisasi seluruh potensi energi dalam negeri, mulai dari etanol, biodiesel berbasis CPO, hingga energi baru terbarukan sebagai bagian dari transisi energi.

Di sektor komoditas, Bahlil memastikan hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan terkait batu bara dan nikel. Pemerintah masih fokus menjaga keseimbangan supply and demand sambil memantau pergerakan harga di pasar global.

Namun, ia memberi sinyal adanya kemungkinan penyesuaian kebijakan jika harga komoditas stabil.

“Kalau harganya stabil dan bagus, kita akan lakukan relaksasi terukur terhadap perencanaan produksi, dengan tetap menjaga keseimbangan pasar,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bahlil menegaskan pemerintah tidak ingin sumber daya alam Indonesia dijual dengan harga murah. Ia bahkan membuka peluang kenaikan Harga Patokan Mineral (HPM), khususnya untuk nikel, sebagai bagian dari upaya meningkatkan penerimaan negara.

“Kemungkinan besar HPM untuk nikel akan kita naikkan,” tegasnya.

Menurut Bahlil, Presiden menegaskan kepentingan negara harus menjadi prioritas utama, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah juga diminta mencari sumber pendapatan baru dari sektor mineral yang dinilai selama ini belum optimal bagi negara.

Ke depan, pemerintah menargetkan hilirisasi berjalan optimal, transisi energi semakin cepat, serta produksi batu bara tetap mengikuti kebutuhan pasar dengan harga yang kompetitif.

“Yang ideal itu harga bagus, produksi juga bagus. Tapi kalau tidak, jangan sampai sumber daya kita dijual murah,” kata Bahlil.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai hilirisasi, Bahlil Lahadalia, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.