iklan periskop
Ekonomi

Airlangga Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyiapkan strategi atasi pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.400 per dolar AS. Faktor musiman dituding jadi pemicu utama.

3 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Airlangga Ungkap Penyebab Rupiah Melemah ke Rp17.400 per Dolar AS
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat konferensi pers, Jakarta, Selasa (5/5). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna merespons pelemahan nilai tukar rupiah yang menyentuh level Rp17.400 per dolar Amerika Serikat.

"Terkait dengan rupiah itu berbagai negara memang mengalami pelemahan terhadap US dollar dan biasanya juga pada saat dipadah haji, demand terhadap dollar itu meningkat," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).

Airlangga menilai tren penyusutan nilai mata uang ini bukan hanya dialami oleh Indonesia.

Banyak negara di dunia saat ini tengah menghadapi tekanan serupa akibat masifnya penguatan dolar Amerika Serikat.

Ia menyoroti lonjakan permintaan dolar di dalam negeri sangat dipengaruhi oleh sejumlah faktor musiman.

Periode keberangkatan ibadah haji secara otomatis mendongkrak kebutuhan masyarakat terhadap pasokan valuta asing.

Momentum kuartal kedua perekonomian juga bertepatan dengan jadwal pembayaran dividen oleh berbagai perusahaan.

Agenda rutin korporasi ini turut memicu eskalasi permintaan dolar di pasar keuangan domestik.

Pemerintah kini terus memonitor pergerakan nilai tukar secara ketat demi mengantisipasi tekanan lanjutan.

Airlangga memaparkan rencana penguatan kerja sama keuangan internasional sebagai langkah intervensi utama.

Skema pertukaran mata uang segera dioptimalkan bersama mitra strategis seperti China, Jepang, dan Korea Selatan.

Pemerintah juga berupaya merombak komposisi pembiayaan melalui penerbitan surat berharga menggunakan mata uang alternatif.

Langkah ini bertujuan menekan rasio ketergantungan negara terhadap dominasi dolar Amerika Serikat di pasar global.

"Sehingga berharap nanti ke depan kita juga akan terus mempersiapkan komposisi yang terkait dengan tingkat hutang yang kita bisa, surat berharga yang kita bisa temilkan yang sifatnya seperti dari China ataupun dari Yen itu untuk menjaga tekanan terhadap US dollar," tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, Nilai tukar rupiah, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.