iklan periskop
Ekonomi

Tumbuh 5,61%, Airlangga Klaim Ekonomi RI Lampaui Negara-Negara G20

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I mencapai 5,61%. Angka ini mencatatkan rekor salah satu yang tertinggi di antara negara angg...

3 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Tumbuh 5,61%, Airlangga Klaim Ekonomi RI Lampaui Negara-Negara G20
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Ailangga Hartarto saat konferensi pers, Jakarta, Selasa (5/5). Periskop/Siti Ayu Rachma.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan pencapaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I yang berhasil menembus 5,61%. Laju positif ini menjadikan capaian domestik sebagai salah satu yang tertinggi di antara jajaran negara anggota G20 di tengah ketidakpastian global.

"Nah pertumbuhan kita yang 5,61% ini adalah tumbuh di atas beberapa negara G20. Memang dari G20 ini yang belum keluar, India," kata Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/5).

Ia menilai rekor capaian gemilang ini sukses melampaui ekspektasi maupun proyeksi berbagai lembaga ekonomi dunia.

Tingginya angka pertumbuhan ini sekaligus membuktikan tingkat ketahanan fundamental ekonomi domestik secara kuat.

Pertumbuhan impresif ini juga sukses mengalahkan sejumlah negara G20 yang telah merilis data seperti China, Singapura, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat.

Airlangga menyoroti momentum Ramadan dan Idul Fitri menjadi faktor pendorong utama tingginya mobilitas masyarakat belakangan ini.

Kondisi tersebut berdampak positif pada indikator konsumsi rumah tangga yang tercatat tumbuh menembus 5,52%.

Sektor konsumsi tingkat keluarga ini dipastikan tetap bertahan sebagai motor penggerak utama bagi roda perekonomian nasional.

"Dan ini semakin menegaskan momentum daripada Ramadan dan Idul Fitri serta pelepasan mobilitas itu meningkat dengan tinggi," ujarnya.

Airlangga menguraikan sektor belanja pemerintah juga melonjak drastis hingga 21,81% atau setara dengan Rp815 triliun.

Peningkatan kas pengeluaran negara ini sangat dipengaruhi oleh ragam program stimulus, pencairan Tunjangan Hari Raya (THR), serta kebijakan diskon tarif.

Indikator positif makroekonomi ini turut tercermin melalui tingkat inflasi April pada level 2,42% dan indeks keyakinan konsumen di angka 122,9.

Neraca perdagangan nasional bahkan terus mencetak surplus sebesar US$3,32 miliar atau sukses memperpanjang tren positif selama 71 bulan berturut-turut.

"Dari posisi kredit growth ini dana pihak ketiga juga meningkat ke 13,55% secara year on year dan pertumbuhan kredit sebesar 9,49% secara year on year juga," katanya.

Pemulihan juga terlihat dari sisi ketenagakerjaan berkat serapan tambahan 1,89 juta tenaga kerja baru dalam periode satu tahun terakhir.

Penyerapan masif lapangan kerja ini berhasil menekan tingkat pengangguran nasional turun secara signifikan menjadi 4,68%.

"Capaian ini memperkuat kualitas pertumbuhan ekonomi di samping penurunan angka kemiskinan sebesar 8,25% di September 2025 dan rasio gini 0,363 juga di September 2025," tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Airlangga Hartarto, Pertumbuhan Ekonomi, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.