periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberi lampu hijau proses pengambilan alihan terhadap PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari di bawah Bank Rakyat Indonesia (BRI) menjadi di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Meski begitu, Purbaya akan memberikan PT Geo Dipa Energi kepada BPI Danantara.

‎"Dalam proses PNM, dalam proses pembicaraan dengan Danantara, sepertinya udah dekat lampu hijau, kelihatannya sih mereka mau lepas. Saya mau minta dua-duanya, nggak boleh sama dia," kata Purbaya dalam media briefing, Jakarta, Senin (11/5). 

‎Menurut Purbaya, tukar guling ini akan segera dilakukan, dan pihaknya akan melakukan diskusi lebih lanjut pada hari ini. 

‎"Secepat ya, kita diskusi. Itu kan untuk implementasinya memang perlu waktu, tapi persetujuannya dalam dua bulan ini udah selesai," tuturnya. 

‎Sekadar informasi, Geo Dipa Energi sebagai BUMN di sektor energi panas bumi mengelola PLTP Dieng dan PLTP Patuha yang merupakan proyek strategis nasional.

‎Saat ini, kapasitas terpasang kedua pembangkit tersebut mencapai 120 MW, dengan rencana pengembangan hingga 500 MW untuk mendukung bauran energi bersih nasional. ‎Energi panas bumi memiliki keunggulan sebagai sumber energi ramah lingkungan dengan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan pembangkit berbasis batu bara.

‎Data International Energy Agency (IEA) menunjukkan emisi PLTP hanya berkisar 45–80 gram CO₂ per kWh, sementara PLTU batu bara mencapai 900–1.000 gram CO₂ per kWh. Selain itu, PLTP mampu beroperasi 24 jam sepanjang tahun sebagai sumber energi baseload yang andal.