Ekonomi

Mulai 2027 Ekspor Komoditas Wajib Lewat BUMN, Bea Keluar Tanggungan Danantara

Kementerian Perdagangan memastikan tarif bea keluar komoditas tetap berlaku dan dibebankan sepenuhnya kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia selaku BUMN pengekspor.

3 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso di sela ajang Indo Intertex 2026 di Jakarta International Expo, Jakarta, Kamis (16/4/2026). ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan tarif bea keluar komoditas sumber daya alam tetap berlaku meski alur ekspor ditangani Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

​Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut biaya ekspor tersebut akan dibebankan sepenuhnya kepada PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) selaku BUMN perantara. Budi menilai perubahan skema ini otomatis memindahkan beban kewajiban pajak langsung ke BUMN pengekspor.

​"Tetap jalan. Kan dari perubahannya itu yang ekspor menjadi, atau eksporternya menjadi BUMN ekspor," ucap Budi di Jakarta Pusat, Kamis (21/5).

​Budi membenarkan BUMN ekspor kelak memikul beban tarif bea masuk maupun bea keluar. Kemendag memberikan waktu masa transisi proses operasional ekspor selama tiga bulan ke depan bagi para pelaku usaha.

​Masa peralihan ini berlaku dari perusahaan swasta menuju BUMN ekspor bentukan BPI Danantara. Perusahaan pengekspor lama masih bisa melakukan pengiriman barang seperti biasa selama masa penyesuaian.

​"Dalam tiga bulan pertama itu, ekspornya dilakukan oleh eksporter yang existing, tetapi dokumennya nanti ditransfer ke BUMN ekspor," tutur Budi.

​Kemendag mewajibkan pengusaha menyetorkan seluruh data dokumen ekspor kepada Danantara Sumberdaya Indonesia. Proses pengiriman komoditas akan berjalan secara bergantian atau bersamaan antara perusahaan swasta dan BUMN setelah tiga bulan pertama berlalu.

​Budi menambahkan perusahaan swasta bisa menyerahkan seluruh proses teknis operasional ekspor kepada Danantara Sumberdaya Indonesia secara bertahap. Waktu transisi penyerahan operasional ini berlaku bagi eksportir hingga akhir tahun depan.

​Kemendag mematok tenggat waktu final proses masa transisi tersebut pada 31 Desember 2026. Aturan Kemendag memberi ruang luas bagi eksportir swasta menyelaraskan kelengkapan administrasi sebelum sistem baru berlaku penuh.

​"Jadi, mulai tanggal 1 Januari 2027, maka ekspor komoditas itu sepenuhnya dilakukan oleh BUMN ekspor. Itu saja prinsipnya," jelas Budi.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), Budi Santoso, dan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.