Periskop.id - Kebutuhan akan koneksi internet tampaknya sudah menjadi agenda wajib dalam anggaran bulanan masyarakat Indonesia. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) baru saja merilis laporan bertajuk "Profil Internet Indonesia 2026". 

Lewat survei penetrasi dan perilaku pengguna internet teranyar ini, APJII memotret bagaimana peta digitalisasi sekaligus kebiasaan modal bulanan yang digelontorkan masyarakat demi tetap bisa ‘online’.

Advertisement

Salah satu temuan menarik dalam riset ini adalah peta estimasi pengeluaran masyarakat untuk membeli paket internet dari operator seluler setiap bulannya. Mayoritas masyarakat Indonesia rupanya memilih bersikap ekonomis namun tetap terpenuhi kebutuhannya. 

Lebih dari separuh pengguna internet di tanah air mengalokasikan dana di kisaran Rp 50.000 hingga Rp 100.000 per bulan untuk membeli paket data.

Sementara itu, kelompok terbesar kedua diduduki oleh masyarakat yang mengeluarkan budget super hemat, yaitu kurang dari Rp 50.000 per bulan. Angka ini bersaing ketat di angka 32,5% . 

Di sisi lain, kelompok masyarakat yang rela merogoh kocek lebih dalam antara Rp 100.001 hingga Rp 250.000 berada di angka belasan persen saja. 

Menariknya, pengguna internet kelas "sultan" yang menghabiskan dana di atas Rp 250.000 per bulan jumlahnya sangat langka, bahkan tidak sampai 1% dari total responden. 

Pengeluaran Bulanan Paket Internet Operator Seluler

Untuk melihat lebih detail pembagian pengeluaran bulanan masyarakat, berikut adalah rangkuman datanya:

No.Kategori Pengeluaran BulananPersentase Kelompok
1.Kurang dari Rp 50.00032,5%
2.Rp 50.000 sampai dengan Rp 100.00055,3%
3.Rp 100.001 sampai dengan Rp 250.00011,2%
4.Lebih dari Rp 250.0000,9%