Periskop.id - Evita Manthovani resmi menjabat Direktur Jenderal Kekayaan Negara di Kementerian Keuangan sejak Rabu, 1 Juli 2026. Ia dilantik langsung oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama dua pejabat pimpinan tinggi madya lain di lingkungan Kemenkeu.
Sebelum promosi ini, Evita berkarier di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, terakhir menjabat Staf Ahli Bidang Pengembangan Produktivitas dan Daya Saing Ekonomi. Posisi barunya sebagai Dirjen Kekayaan Negara membuat ia kini bertanggung jawab atas pengelolaan aset dan kekayaan negara di bawah Kementerian Keuangan.
Pelantikan berlangsung di Jakarta pada Rabu (1/7). Menkeu Purbaya menegaskan momen ini bukan sekadar pergantian pejabat, melainkan penyerahan amanah negara, amanah rakyat, dan amanah presiden.
Siapa Evita Manthovani, Dirjen Kekayaan Negara Baru?
Evita Manthovani lahir di Jakarta pada 6 Juni 1971, melansir dokumen resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Ia menyandang gelar Sarjana Ekonomi (S.E.) dan Magister Sains (M.Si.) dengan spesialisasi manajemen keuangan.
Sebelum dilantik sebagai Dirjen Kekayaan Negara, ia lebih dulu menjabat Kepala Biro Manajemen Kinerja dan Kerja Sama Kemenko Perekonomian pada periode 2024 sampai 2025, sebelum akhirnya menjadi Staf Ahli pada Juli 2025.
Latar Belakang Pendidikan Evita Manthovani
Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, jenjang pendidikan formal Evita dimulai dari Program Diploma Keuangan di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang ia selesaikan pada 1993. Ia lalu melanjutkan studi Sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia hingga lulus pada 1998.
Gelar Magister ia tempuh di kampus yang sama, tepatnya pada Fakultas Ekonomi UI dengan konsentrasi Ilmu Manajemen Keuangan yang rampung pada 2004. Ia juga mengikuti sejumlah pelatihan teknis seperti Custom Valuations, Post-Clearance Audit Technique dari JICA, dan Pelatihan Kepemimpinan Nasional.
Perjalanan Karier Evita Manthovani Sebelum Jadi Dirjen
Masih mengacu pada dokumen resmi yang sama, karier Evita di birokrasi diawali dari Kementerian Keuangan, tepatnya sebagai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai pada Kantor Wilayah Bea dan Cukai Maluku periode 2017 sampai 2019. Ia kemudian pindah tugas ke Kemenko Perekonomian sebagai Kepala Bagian Keuangan pada 2019 hingga 2020.
Sejumlah posisi strategis pernah ia jabat, di antaranya Asisten Deputi Penguatan Pasar Dalam Negeri pada 2020 sampai 2023 dan Plt. Asisten Deputi Pengembangan Logistik Nasional pada 2022. Ia juga sempat merangkap sebagai Plt. Kepala Biro Umum dan Kepala Biro Perencanaan pada rentang 2023 hingga 2024, sebelum akhirnya kembali ke Kementerian Keuangan lewat jabatan Dirjen Kekayaan Negara.
Pelantikan Dirjen Kekayaan Negara oleh Menkeu Purbaya
Evita dilantik bersamaan dengan dua pejabat lain, yakni Sudarto sebagai Direktur Jenderal Anggaran dan Herman Saheruddin sebagai Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan. Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa meminta ketiga pejabat baru memimpin dengan integritas, keberanian, empati, dan profesionalisme.
Purbaya juga mengingatkan bahwa setiap keputusan para dirjen baru berdampak langsung terhadap anggaran negara, aset negara, stabilitas ekonomi, dunia usaha, hingga kehidupan masyarakat luas. Ia menekankan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dilakukan secara hati-hati demi menjaga kepercayaan publik.
Penghargaan dan Prestasi Evita Manthovani
Sepanjang kariernya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), Evita telah menerima tiga kali penghargaan Satyalancana Karya Satya, yakni untuk masa kerja 10 tahun pada 2010, 20 tahun pada 2018, dan 30 tahun pada 2023, melansir dokumen resmi Kemenko Perekonomian.
Selama masa kepemimpinannya di berbagai posisi sebelumnya, Kemenko Perekonomian turut meraih sejumlah capaian kelembagaan, termasuk predikat Unggul dalam pengukuran Indeks Kualitas Kebijakan pada 2023 dan Anugerah Revolusi Mental pada 2023 dan 2024.
Dengan latar belakang lebih dari 20 tahun di sektor keuangan dan ekonomi, Evita Manthovani kini mengemban tanggung jawab baru mengelola kekayaan negara di Kementerian Keuangan. Publik bisa terus memantau kiprahnya lewat berbagai kebijakan yang akan ia keluarkan sebagai Dirjen Kekayaan Negara.
Tinggalkan Komentar
Komentar