Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan rencana penghentian pemberian Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa dari keluarga mampu atau kelompok desil 8 hingga 10 berpotensi menghasilkan penghematan anggaran negara.

Namun demikian, Purbaya menegaskan kebijakan tersebut bukan merupakan pemangkasan anggaran, melainkan penyesuaian sasaran penerima manfaat.

"Pasti ada kurang (anggaran), penghematan lah, bukan potong, tapi tergantung mereka gimana teknisnya nanti," kata Purbaya saat ditemui, Jakarta, Kamis (23/7).

Purbaya menjelaskan, apabila kebijakan tersebut diterapkan, kemungkinan pelaksanaannya akan difokuskan pada sekolah-sekolah tertentu yang mayoritas siswanya berasal dari keluarga mampu.

Meski begitu, ia menegaskan seluruh proses pendataan penerima manfaat hingga mekanisme pelaksanaan sepenuhnya menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kalau ada anak orang kaya, sekolah-sekolah yang bagus-bagus, mungkin nanti kalau mereka bilang mereka nggak mau, ya sudah nggak dikasih katanya begitu, tapi teknisnya tanya mereka ya," tegasnya.

Terkait pembahasan lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut, Purbaya mengatakan pemerintah masih memberikan ruang bagi BGN untuk melakukan konsolidasi internal sebelum mengambil keputusan final.

"Kita biarkan konsolidasi dulu, begitu sudah itu ya ketemu. Ini masih konsolidasi, tadinya mau minggu ini, tapi kan rupanya ganti. Masih konsolidasi, masa saya ganggu? Kan biar tenang dulu," tutupnya.