Periskop.id - Tingkat kepuasan dan persepsi positif masyarakat Indonesia terhadap kondisi perekonomian nasional terus menunjukkan tren penurunan. Temuan riset terbaru mencatat hanya 15,7% publik Tanah Air yang menilai kondisi ekonomi saat ini berada dalam kategori baik atau sangat baik.

Penilaian tersebut terungkap dalam studi Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diselenggarakan pada periode 5 hingga 19 Juli 2026. Temuan riset ini dipaparkan dalam laporan bertajuk ”Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden”.

Berdasarkan paparan data SMRC, dari total 15,7% warga yang memberikan pandangan positif, hanya 1,4% responden yang merasa kondisi ekonomi nasional sangat baik. Sementara itu, 14,3% responden lainnya menilai situasi ekonomi tergolong baik.

Di sisi lain, mayoritas responden memberikan penilaian kritis dan negatif terhadap kondisi perekonomian saat ini. Rincian persentase persepsi publik tersebut meliputi:

  • Responden yang menilai kondisi ekonomi nasional dalam keadaan sedang mencapai 33,9%.
  • Responden yang menilai kondisi ekonomi buruk berada di angka 37,9%.
  • Responden yang menilai kondisi ekonomi sangat buruk menyentuh 11,5%.
  • Terdapat 1% responden yang menyatakan tidak tahu atau memilih tidak menjawab.

Jika dikalkulasikan, akumulasi persepsi negatif masyarakat yang mencakup kategori buruk dan sangat buruk mencapai angka 49,4%, mendominasi hampir separuh dari total responden.

Evaluasi Negatif dalam Sembilan Bulan Terakhir

Laporan SMRC memperlihatkan bahwa evaluasi negatif masyarakat terhadap kondisi ekonomi mengalami lonjakan yang sangat signifikan dalam kurun waktu sembilan bulan terakhir.

Pada survei SMRC periode November 2025, persentase warga yang menilai kondisi ekonomi buruk atau sangat buruk hanya berada di angka 22,7%. Angka tersebut kemudian naik menjadi 31,7% pada survei periode Februari hingga Maret 2026, lalu melonjak tinggi hingga menyentuh 49,4% pada survei terbaru periode Juli 2026.

Berbanding terbalik dengan melonjaknya penilaian negatif, grafik pandangan positif publik justru merosot tajam pada rentang waktu yang sama. Warga yang menyatakan kondisi ekonomi baik atau sangat baik tercatat mengalami penurunan dari 40% pada November 2025, turun menjadi 26,3% pada awal 2026, hingga tersisa 15,7% pada pertengahan 2026.