Periskop.id - Bazar UMKM di Balai Kota DKI Jakarta membukukan omzet Rp332,8 juta selama empat hari penyelenggaraan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai capaian tersebut menjadi salah satu sinyal, konsumsi masyarakat masih bergerak dan produk lokal semakin mendapat kepercayaan pembeli.
Bazar bertajuk “Jakarta Kreasi Nusantara: Merayakan Karya Lokal, Menuju Kota Global” berlangsung pada 20–23 Juli 2026 di Ruang Serbaguna MH Thamrin, Gedung Grha Ali Sadikin. Sebanyak 69 UMKM binaan menghadirkan produk kuliner, fesyen, dan kriya. Pengunjungnya berasal dari kalangan aparatur sipil negara, pencinta produk UMKM, hingga masyarakat umum.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan nilai transaksi yang tercatat selama kegiatan menunjukkan minat masyarakat terhadap produk pelaku usaha lokal tetap kuat.
"Capaian omzet lebih dari Rp332 juta dalam bazar ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat Jakarta masih terjaga,” kata Elisabeth dalam keterangan resminya, Senin (27/7).
Menurut dia, masyarakat tidak hanya datang untuk melihat produk yang dipamerkan, tetapi juga melakukan pembelian. Capaian itu dinilai menjadi sinyal positif bagi UMKM binaan karena produk yang ditawarkan semakin mampu memenuhi kebutuhan dan memperoleh kepercayaan konsumen.
Transaksi QRIS Mendominasi
Sebagian besar omzet bazar tercatat melalui QRIS JakPreneur. Kondisi tersebut menunjukkan pembayaran digital semakin banyak digunakan dalam transaksi UMKM di Jakarta.
“Sebagian besar omzet diperoleh melalui transaksi QRIS JakPreneur, mencerminkan semakin luasnya adopsi pembayaran non-tunai di kalangan UMKM binaan Jakarta," katanya.
Digitalisasi pembayaran memang menjadi salah satu fokus pembinaan JakPreneur. Pada Juli 2024, Dinas PPKUKM mencatat 40.210 UMKM binaan atau sekitar 10,52% telah menggunakan QRIS. Pemprov juga mendorong pemasaran digital melalui program Jumat Beli Lokal, e-Order, dan sejumlah platform lainnya.
Elisabeth menilai transaksi selama bazar turut mencerminkan hasil dari proses kurasi, promosi, dan pendampingan yang diberikan kepada pelaku UMKM. Kegiatan itu juga dilengkapi pelatihan dan sosialisasi mengenai logistik ekspor, perlindungan konsumen, jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga praktik pengelolaan produk.
Dinas PPKUKM selanjutnya berencana memperluas bazar tematik, memfasilitasi UMKM mengikuti pameran nasional dan internasional, serta memperkuat pemasaran berbasis digital.
"Kami ingin semakin banyak UMKM Jakarta yang naik kelas, berkembang dan menjadi bagian dari rantai pasok yang lebih luas,” kata Elisabeth.
Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,72%
Capaian bazar tersebut sejalan dengan data ekonomi Jakarta pada awal 2026. Badan Pusat Statistik DKI Jakarta mencatat perekonomian ibu kota tumbuh 5,59% secara tahunan pada kuartal I 2026. Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,72% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Konsumsi rumah tangga merupakan komponen penting dalam perekonomian Jakarta. Pada 2025, kontribusinya mencapai 62,80% terhadap Produk Domestik Regional Bruto Jakarta dari sisi pengeluaran.
Bank Indonesia sebelumnya memperkirakan konsumsi rumah tangga Jakarta pada 2026 tetap menguat, antara lain ditopang kenaikan upah minimum, stimulus pemerintah, bantuan sosial, dan mobilitas masyarakat. Namun, BI juga mengingatkan adanya risiko dari ketidakpastian ekonomi global yang dapat menahan pertumbuhan.
Dengan demikian, omzet satu bazar belum cukup menjadi satu-satunya ukuran daya beli seluruh masyarakat Jakarta. Namun, nilai transaksi Rp332,8 juta, pertumbuhan konsumsi rumah tangga, dan meningkatnya penggunaan pembayaran digital memberikan gambaran bahwa aktivitas belanja masyarakat masih berlangsung di tengah dinamika ekonomi.
Tinggalkan Komentar
Komentar