Periskop.id - Harga sejumlah komoditas pangan nasional kompak melandai pada Selasa (28/7). Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) Bank Indonesia per pukul 08.00 WIB, penurunan terjadi hampir merata mulai dari telur, bawang, beras, cabai, daging, hingga minyak goreng.

Telur ayam ras segar mencatat penurunan paling mencolok. Harganya terkoreksi 15,54% menjadi Rp25.000 per kg dibanding hari sebelumnya.

Bawang-bawangan juga ikut melemah signifikan. Bawang merah turun 29,58% menjadi Rp30.000 per kg, sementara bawang putih anjlok lebih dalam, yakni 36,34% menjadi Rp27.500 per kg.

Harga beras di berbagai kelas kualitas juga bergerak turun. Beras kualitas medium I terkoreksi 3,66% menjadi Rp15.800 per kg, sedangkan medium II melemah 9,26% ke level Rp14.700 per kg.

Kualitas super pun tak luput dari tren pelemahan. Beras super I turun 6,52% menjadi Rp16.500 per kg, sementara super II berkurang 6,71% menjadi Rp16.000 per kg.

Untuk kelas bawah, beras kualitas bawah I turun tipis 1,69% menjadi Rp14.500 per kg. Beras kualitas bawah II tercatat turun 6,16% menjadi Rp13.700 per kg.

Kelompok cabai menunjukkan pergerakan yang lebih bervariasi. Cabai merah besar anjlok paling dalam dengan penurunan 41,11% menjadi Rp28.000 per kg, disusul cabai rawit hijau yang turun 42,8% menjadi Rp30.000 per kg.

Cabai rawit merah juga ikut melemah 13,87% menjadi Rp47.500 per kg. Namun cabai merah keriting justru bergerak berlawanan arah, naik 5,54% menjadi Rp48.600 per kg.

Di kelompok daging, daging ayam ras segar turun 4,52% menjadi Rp37.000 per kg. Daging sapi kualitas I dan II masing-masing melemah 13,65% dan 15,31%, sehingga kini dibanderol Rp130.000 per kg dan Rp120.000 per kg.

Harga gula pasir turut terkoreksi. Gula pasir kualitas premium turun 6,4% menjadi Rp19.000 per kg, sedangkan gula pasir lokal melemah 10,99% menjadi Rp17.000 per kg.

Komoditas minyak goreng juga mencatat penurunan di semua jenisnya. Minyak goreng curah turun 1,46% menjadi Rp20.250 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I turun 9,09% menjadi Rp22.000 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek II melemah 12,39% menjadi Rp20.500 per liter.

Data PIHPS Bank Indonesia diperbarui setiap hari dan menjadi salah satu acuan pemantauan harga pangan strategis di tingkat nasional, mencakup berbagai wilayah pasar di Indonesia.