Periskop.id - Gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh memberi sinyal bakal ada perubahan cara bank sentral Amerika Serikat (AS) itu mengukur inflasi. Sinyal tersebut muncul dalam konferensi pers pada Rabu (29/7) dan langsung memicu kecemasan di kalangan investor.
Warsh menyampaikan hal itu di tengah pembahasan utama soal arah kebijakan suku bunga acuan The Fed, yang menurut laporan Bloomberg justru masih belum jelas. Ia menilai indikator inflasi yang selama ini jadi acuan perlu dilengkapi data yang lebih luas.
"Kami akan memastikan inflasi berada di level 2% dan tidak lebih dari itu. Namun untuk mencapai hal tersebut, saya melihat seperangkat data inflasi yang lebih luas dibandingkan sekadar PCE," kata Warsh dalam konferensi pers The Fed, Rabu (29/7).
Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi atau PCE selama ini jadi indikator favorit The Fed. Angka ini rutin dipakai para pembuat kebijakan dalam menyusun proyeksi ekonomi.
Data resmi yang dirilis Kamis (30/7) menunjukkan PCE naik 3,7% pada Juni dibanding tahun sebelumnya. Angka tersebut jadi salah satu dasar evaluasi para pembuat kebijakan di The Fed.
Pernyataan Warsh soal kemungkinan indikator baru ini memicu perdebatan di kalangan investor dan ekonom. Mereka mempertanyakan implikasi dari potensi evaluasi ulang terhadap metode pengukuran inflasi The Fed.
Ketidakjelasan sikap Warsh soal rencana kenaikan suku bunga turut jadi sorotan dalam pengarahan tersebut. Kondisi ini menambah ketidakpastian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter AS ke depan.
Meski begitu, Warsh menegaskan PCE tetap dipakai sebagai acuan untuk saat ini. Ia hanya membuka opsi perubahan strategi pada masa mendatang.
Laporan ini ditulis Enda Curran dan Greg Ritchie serta dipublikasikan Bloomberg News.
"Kami tetap menggunakannya," ujar Warsh. Ia menambahkan, “Siapa yang tahu, setelah Januari mendatang, kami mungkin akan berbicara mengenai strategi yang berbeda,”.
Tinggalkan Komentar
Komentar