periskop.id - Harga emas dunia diperkirakan bergerak fluktuatif dalam sepekan ke depan dengan kecenderungan belum menembus level psikologis US$5.000 per troy ounce. Sementara itu, logam mulia yang diasosiasikan sebagai emas Antam diprediksi masih tertahan di bawah Rp3 juta per gram.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan harga emas dunia pada penutupan terakhir berada di level US$4.495 per troy ounce. Ia menyebutkan bahwa harga logam mulia atau emas Antam berada di posisi Rp2.837.000 per gram.
“Emas kemarin ditutup di Sabtu pagi di US$4.495 per troy ounce, dan logam mulianya ditutup di Rp2.837.000 per gram,” kata Ibrahim dalam keterangannya, Senin (30/3).
Menurutnya, terdapat potensi koreksi harga emas pada awal pekan ini. Ia memperkirakan pada perdagangan Senin, harga emas dunia dapat turun ke level US$4.363 per troy ounce.
“Kalau harga emas dunia terkoreksi dalam hari Senin kemungkinan besar di US$4.363 per troy ounce, logam mulianya di Rp2.815.000,” ujarnya.
Ia menambahkan, jika tekanan berlanjut dalam sepekan, harga emas dunia berpotensi turun lebih dalam. Bahkan, harga logam mulia juga diperkirakan ikut melemah seiring pergerakan tersebut.
“Dalam satu minggu turun kemungkinan besar itu di US$4.138 per troy ounce, logam mulianya bisa di Rp2.750.000,” kata Ibrahim.
Meski demikian, Ibrahim juga melihat peluang penguatan harga emas dalam skenario berbeda. Ia menilai jika terjadi kenaikan, maka harga emas dunia bisa menyentuh level resisten pertama di awal pekan.
“Kalau seandainya naik, itu nanti akan menyentuh di level US$4.666 per troy ounce, logam mulianya di Rp2.855.000 per gram,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa penguatan lanjutan berpotensi membawa harga emas dunia ke level yang lebih tinggi. Namun demikian, target psikologis US$5.000 per troy ounce dinilai belum akan tercapai dalam waktu dekat.
“Kemudian naik lagi di resisten kedua di US$4.912. Jadi ada kemungkinan besar minggu depan menuju US$5.000 belum tercapai,” kata Ibrahim.
Untuk logam mulia atau emas Antam, ia memperkirakan harga masih akan tertahan di bawah Rp3 juta per gram dalam sepekan ke depan. Kenaikan ke level tersebut diprediksi baru terjadi pada pekan berikutnya.
“Logam mulianya di Rp2.920.000 per gram. Untuk menyentuh Rp3.000.000 kemungkinan besar tidak akan terjadi minggu depan, akan terjadi di minggu berikutnya,” ujarnya.
Dalam jangka lebih panjang, Ibrahim tetap optimistis terhadap tren kenaikan harga emas. Ia menilai faktor fundamental global masih mendukung penguatan harga logam mulia sebagai instrumen lindung nilai.
“Target saya tahun ini tetap di US$6.000 per troy ounce, dan logam mulia di Rp4.000.000. Tinggal menunggu waktu saja,” kata Ibrahim.
Tinggalkan Komentar
Komentar