Periskop.id - Polda Metro Jaya resmi dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Komisaris Jenderal (Komjen), setelah Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri memperoleh kenaikan pangkat menjadi jenderal bintang tiga. Kenaikan pangkat tersebut dinilai menjadi langkah strategis di tengah kompleksitas persoalan keamanan di wilayah Jakarta dan kawasan penyangga Bodetabek.
Kepastian kenaikan pangkat itu dibenarkan langsung oleh Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto. Ia menyebut status baru Asep Edi Suheri sebagai Komjen Pol telah ditetapkan melalui keputusan resmi Presiden Republik Indonesia.
"Benar untuk Kapolda Metro Jaya saat ini berpangkat Komisaris Jenderal Polisi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 38/POLRI/TAHUN 2026 TANGGAL 13 MEI 2026," tuturnya, Kamis (14/5).
Kenaikan pangkat tersebut sekaligus menandai penguatan posisi strategis Polda Metro Jaya sebagai salah satu wilayah kepolisian paling vital di Indonesia. Jakarta sebagai pusat pemerintahan, ekonomi, bisnis, hingga diplomasi internasional, dinilai membutuhkan figur pimpinan dengan pengalaman operasional dan kemampuan penegakan hukum yang kuat.
Komjen Pol Asep Edi Suheri dikenal memiliki rekam jejak panjang di bidang reserse dan pemberantasan kejahatan lintas sektor. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 asal Tasikmalaya, Jawa Barat itu sebelumnya pernah menangani berbagai kasus besar mulai dari narkotika, kejahatan siber, hingga tindak pidana lintas negara.
Sebelum dipercaya menjabat Kapolda Metro Jaya pada 2025, Asep pernah menduduki sejumlah posisi strategis seperti Kapolres Cirebon Kota pada 2011, Wakapolresta Bekasi Kota pada 2015, Kapolresta Tangerang pada 2016, Wadirtipidter Bareskrim Polri pada 2020, Dirtipidsiber Bareskrim Polri pada 2021, hingga Wakabareskrim Polri pada 2022.
Asep resmi menjabat Kapolda Metro Jaya sejak Agustus 2025 berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1764/VIII/KEP./2025 menggantikan Komjen Pol Karyoto yang saat itu diangkat menjadi Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.
Kebutuhan Keamanan Jakarta
Pengamat sosial sekaligus Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Dr Serian Wijatno menilai, kenaikan pangkat tersebut sangat relevan dengan kebutuhan keamanan Jakarta yang semakin kompleks.
“Kenaikan pangkat Komjen Pol Asep Edi Suheri ini menurut saya sangat ideal karena didukung oleh rekam jejak, kemampuan, dan integritas yang telah teruji di berbagai penugasan strategis sebelumnya,” kata Serian.
Menurut Serian, Jakarta sebagai kota megapolitan membutuhkan figur pemimpin kepolisian yang mampu membaca potensi gangguan keamanan sejak dini. Termasuk tantangan kejahatan modern seperti siber dan kriminalitas lintas wilayah.
“Sebagai perwira yang dikenal memiliki kapabilitas mumpuni dalam bidang operasional dan reserse, saya yakin beliau mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap permasalahan urban yang multidimensi, mulai dari kejahatan siber hingga penegakan hukum yang humanis namun tegas,” ucap Serian.
Ia juga menilai kepemimpinan yang bersih dan berintegritas menjadi faktor penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.
“Dengan kepemimpinan yang bersih dan berwibawa, Asep diharapkan mampu mengonsolidasikan seluruh kekuatan personel guna menciptakan rasa aman yang berkelanjutan,” imbuhnya.
Selain menghadapi tantangan keamanan di ibu kota, kenaikan pangkat tersebut juga dinilai akan memperkuat koordinasi lintas sektor antara kepolisian dengan pemerintah daerah serta lembaga lain di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
“Validasi organisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas deteksi dini dan pelayanan kepolisian di wilayah megapolitan, sehingga masyarakat Jakarta dapat merasakan dampak langsung dari kepemimpinan yang berintegritas dan profesional,” ujar Serian.
Kabar kenaikan pangkat Komjen Pol Asep Edi Suheri sebelumnya juga telah diumumkan melalui akun Instagram resmi Polda Metro Jaya pada Rabu (13/5) malam. Unggahan tersebut berisi ucapan selamat atas pencapaian pangkat bintang tiga bagi Kapolda Metro Jaya.
Kenaikan status kepemimpinan di Polda Metro Jaya terjadi di tengah meningkatnya tantangan keamanan perkotaan di Jakarta. Berdasarkan sejumlah laporan kepolisian, dalam beberapa bulan terakhir, aparat kepolisian di wilayah hukum Polda Metro Jaya tengah menangani berbagai kasus menonjol mulai dari kejahatan siber internasional, narkotika, perdagangan orang, hingga tindak pidana digital seperti judi online dan penipuan daring.
Penguatan struktur dan kepemimpinan Polda Metro Jaya, dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, mengingat Jakarta merupakan pusat aktivitas pemerintahan dan ekonomi terbesar di Indonesia.
Tinggalkan Komentar
Komentar