banner-sheroes-yoga
Energi

RI Tetap Beli Minyak Rusia Usai AS-Iran Berdamai

Kementerian ESDM tegaskan impor minyak dari Rusia tetap berjalan meski Selat Hormuz mulai dibuka pascaperdamaian AS-Iran.

RI Tetap Beli Minyak Rusia Usai AS-Iran Berdamai
Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat bertemu awak media di Jakarta, Selasa (25/11/2025). ANTARA/Bayu Saputra
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Kementerian ESDM memastikan rencana impor minyak dari Rusia tetap berlanjut. Kepastian itu tidak goyah meski Selat Hormuz mulai dibuka setelah Amerika Serikat dan Iran berdamai.

Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menerangkan, langkah tersebut merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat cadangan minyak di dalam negeri. Impor dari Rusia menjadi salah satu opsi yang disiapkan.

"Arahan Presiden jelas untuk memperkuat cadangan minyak kita, salah satunya dengan impor dari Rusia. Ini masih akan tetap berjalan dan tetap berproses," ujar Anggia di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

Percepatan pengadaan bahan bakar dari Rusia itu disebut Anggia telah mendapat landasan hukum yang jelas. Prabowo menerbitkan Keppres 26 Tahun 2026 sebagai dasar hukumnya.

Beleid tersebut, menurut Anggia, memberi kewenangan kepada BUMN dan Lemigas untuk melakukan impor minyak. Tujuannya adalah menjaga ketahanan energi nasional.

Di luar Rusia, pembelian minyak dari negara-negara lain juga terus berjalan. Namun, pasokan dari kawasan Timur Tengah untuk sementara dihindari karena gangguan yang dipicu konflik antara AS dan Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Pemerintah kemudian beralih ke sejumlah negara alternatif. Nigeria, Angola, dan Amerika menjadi beberapa di antaranya dalam upaya diversifikasi pasokan.

Strategi diversifikasi ini sejalan dengan arahan Prabowo untuk tidak bergantung pada satu sumber pasokan saja. Ketahanan energi nasional disebut Anggia menjadi pertimbangan utama di balik setiap keputusan pengadaan.

Pembukaan Selat Hormuz pascaperdamaian AS-Iran pun tidak mengubah arah kebijakan yang sudah ditetapkan. Proses impor dari Rusia tetap berjalan sesuai instruksi presiden.

"Pembelian minyak dari negara lain juga sedang dilakukan, kecuali dari Timur Tengah yang berkonflik. Diversifikasi impor sudah dilakukan, kita ambil juga dari Afrika, Nigeria, Angola dan Amerika," pungkas Anggia.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Dwi Anggia, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), dan impor dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.