Periskop.id - Setiap tanggal 22 Desember, Indonesia merayakan momen spesial yang didedikasikan untuk menghormati peran perempuan dan para ibu melalui peringatan Hari Ibu. Momen ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan bagi kita untuk merefleksikan kembali betapa kompleks, berat, sekaligus indahnya tanggung jawab seorang ibu.
Salah satu cara paling menyentuh untuk memahami dinamika tersebut adalah melalui karya sinematik. Film sering kali menjadi cermin yang jujur dalam menggambarkan bahwa menjadi ibu bukan hanya soal kebahagiaan, tetapi juga tentang pengorbanan, konflik batin, dan perjuangan tanpa batas.
Berikut adalah lima rekomendasi film Hollywood yang memberikan perspektif mendalam mengenai sosok ibu untuk menemani perenungan Anda di Hari Ibu tahun ini.
Lady Bird (2017)
Film karya sutradara Greta Gerwig ini merupakan salah satu potret paling akurat tentang hubungan love-hate antara ibu dan anak perempuan. Berlatar di Sacramento tahun 2002, diceritakan seorang remaja pemberontak bernama Christine yang lebih suka dipanggil Lady Bird. Ia sering kali berselisih paham dengan ibunya, Marion, yang sedang stres menghadapi masalah keuangan keluarga.
Ketegangan mencapai puncaknya ketika Marion mengetahui bahwa Lady Bird mendaftar ke universitas di luar kota tanpa sepengetahuannya. Namun, di balik pertengkaran hebat itu, tersimpan rasa takut Marion bahwa anaknya akan memandang rendah realitas keluarga mereka.
Pada akhirnya, film dengan rating IMDb 7,4 ini menyadarkan kita bahwa dibalik kata-kata tajam seorang ibu, sering kali tersimpan cinta yang sulit diungkapkan secara lisan.
Stepmom (1998)
Peringatan Hari Ibu juga menjadi momen tepat untuk menghargai peran ibu sambung. Film Stepmom mengisahkan perjuangan Isabel, seorang fotografer sukses yang diperankan oleh Julia Roberts, saat ia harus masuk ke dalam kehidupan Luke dan kedua anaknya. Isabel harus berhadapan dengan Jackie, mantan istri Luke yang sangat protektif.
Perjuangan Isabel benar-benar menghabiskan energi dan menguras perasaan karena ia dianggap tidak cukup kompeten untuk menggantikan sosok ibu kandung.
Melalui film dengan rating 6,8 ini, penonton diajak melihat bahwa kasih sayang ibu tidak selalu lahir dari hubungan darah, melainkan dari ketulusan untuk hadir dan bertahan dalam setiap kesulitan demi kebahagiaan anak-anak.
20th Century Women (2016)
Film ini membawa penonton ke Santa Barbara tahun 1979 untuk melihat kisah Dorothea, seorang ibu tunggal yang merasa kurang mampu memahami dunia emosi putranya yang berusia remaja, Jamie. Uniknya, Dorothea tidak berjuang sendirian.
Ia mengajak Abbie, seorang seniman punk, serta Julie, seorang remaja tetangga, untuk bersama-sama membimbing Jamie memahami kehidupan.
Dengan rating IMDb 7,3, film ini mengeksplorasi hubungan antar generasi yang intim dan sering kali lucu. Film ini mengingatkan kita bahwa terkadang, seorang ibu membutuhkan bantuan orang lain untuk membesarkan anak di tengah ketidakpastian dunia, sekaligus menunjukkan kerendahan hati seorang ibu yang mau belajar demi memahami anaknya.
Little Women (1994)
Diadaptasi dari novel klasik, film ini berlatar masa Perang Saudara di Amerika Serikat. Fokus cerita berada pada empat bersaudara keluarga March yang tumbuh bersama ibu mereka, Marmee, saat sang ayah bertugas di medan perang.
Marmee digambarkan sebagai sosok ibu yang menjunjung tinggi nilai empati, integritas, dan kebersamaan meskipun hidup dalam keterbatasan ekonomi.
Little Women adalah potret kekuatan perempuan dalam menghadapi tantangan zaman. Marmee menjadi pilar yang memungkinkan Jo, Meg, Beth, dan Amy tumbuh dengan kepribadian yang kuat dan mandiri.
Film dengan rating 7,3 ini sangat cocok ditonton di momen Hari Ibu karena memberikan kehangatan tentang bagaimana kasih sayang ibu menjadi fondasi pembentukan karakter anak.
We Need to Talk About Kevin (2011)
Sebagai penyeimbang, film drama psikologis ini menggali sisi yang lebih kelam dan kompleks. Eva Khatchadourian harus menghadapi kenyataan pahit setelah putranya, Kevin, melakukan aksi kekerasan massal di sekolah. Melalui kilas balik, penonton diajak melihat perjalanan Eva sejak kehamilan yang penuh jarak emosional hingga tragedi tersebut terjadi.
Film dengan rating 7,4 ini mengajak kita merenungkan batas antara tanggung jawab orang tua dan kehendak bebas seorang anak. Ini adalah potret tentang rasa bersalah dan trauma yang mungkin dialami seorang ibu, memberikan ruang bagi kita untuk memahami bahwa dunia keibuan tidak selalu hitam dan putih, melainkan penuh dengan dilema moral yang menghantui.
Tinggalkan Komentar
Komentar