iklan periskop
Hukum

Pemerintah Sita 4 Juta Hektare Kebun Sawit Ilegal, 2026 Ditargetkan 5 Juta Lagi

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah menyita 4 juta hektare kebun sawit ilegal dan menargetkan tambahan 5 juta hektare pada 2026, serta menindak tambang ilegal dem...

7 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Siapa Saja yang Mengubah Hutan Sumatra Jadi Sawit? Data 2024 Mengungkap
Suasana perkebunan kelapa sawit di Indonesia. Foto/ilustrasi: BPDP, direkonstruksi oleh AI.
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menyatakan pemerintah telah menyita sekitar 4 juta hektare kebun kelapa sawit yang terbukti melanggar hukum. Langkah penertiban tersebut, menurutnya, akan terus berlanjut pada tahun depan. 

‎"Kita sudah menguasai sudah sita 4 juta hektar kebun kelapa sawit yang melanggar hukum sudah kita sita. Dan tahun 2026 kita akan sita tambahan 4-5 juta lagi," kata Prabowo dalam acara Panen Raya Swasembada Pangan, Rabu (7/1). 

‎Selain sektor perkebunan, pemerintah juga menindak ratusan tambang ilegal di berbagai daerah. Prabowo menyebut langkah tersebut telah menyelamatkan potensi kerugian negara hingga ratusan triliun rupiah.

‎"Karena saudara-saudara uang rakyat harus bener-benar dinikmati oleh seluruh bangsa indonesia tidak boleh sepersen rupiah pun tidak sampai ke rakyat ini tekad saya sebagai presiden yang dilantik dan dipilih oleh rakyat ini tugas kabinet merah putih," tegasnya. 

‎Di sisi lain, Prabowo menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Kabinet Merah Putih yang telah bekerja solid selama satu tahun terakhir. Menurutnya, jajaran menteri kini telah memahami peran dan tanggung jawab masing-masing tanpa harus selalu menunggu instruksi.

‎"Alhamdulillah, setelah satu tahun saya melihat kabinet yang saya pimpin kita sudah menjadi tim yang tidak usah menunggu perintah sudah mengerti, ibarat tim sepak bola, masing-masing sudah mengerti tugasnya, yang striker yang di tengah yang bertahan yang cadangan pun tahu menjadi cadangan yang baik pada saatnya akan dimainkan," katanya.‎

Baca berita dan informasi lainnya mengenai sawit, kelapa sawit, dan ekspor sawit dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.