periskop.id - Memperingati Hari Bakti ke-23, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melangsungkan kegiatan sosial sunatan massal bagi anak-anak di lingkungan sekitar gedung Merah Putih, Jakarta. Kegiatan ini menjadi bukti sisi humanis lembaga antirasuah.
Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo menyampaikan, KPK tidak hanya bertindak dalam penindakan hukum, tetapi juga hadir membersamai masyarakat melalui aksi kepedulian.
“KPK itu bukan hanya penegakan hukum penindakan tindak pidana korupsi, tetapi KPK itu bersama-sama masyarakat untuk saling peduli, kemudian saling menyayangi,” kata Ibnu, di Gedung KPK, Rabu (7/1).
Ibnu menjelaskan, sunatan massal ini merupakan pelaksanaan kedua di masa kepemimpinan periode ini, setelah sebelumnya sukses digelar pada 27 Desember 2024. Pelaksanaan sunatan massal ini juga sesuai dengan nilai-nilai integritas KPK.
“Bagaimana Bapak Ibu bisa ikut melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi adalah mengajarkan kepada anak-anak kita, kepada keluarga kita untuk berbuat jujur. Sesuai peningkatan, jujur, adil, sederhana, seperti yang tadi dalam sembilan nilai integritas,” lanjut dia.
Sementara itu, Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), KH. Noor Achmad yang turut hadir sebagai mitra penyaluran bantuan menilai, kegiatan khitanan massal sangat relevan dengan filosofi "bersih-bersih" yang diusung KPK.
“Tugas BAZNAS melakukan thahiriyah dan tazkiyah, melakukan pembersihan diri dan pembersihan jiwa. Ini terkait betul kalau orang membayar zakat dengan baik, insyaallah mereka adalah orang-orang yang bersih, jadi sesuai dengan tujuan KPK itu sendiri,” kata Noor Achmad.
Selain menggelar sunatan massal, dalam rangkaian acara bertema “Perkuat Sinergi, Siap Bertransformasi” ini, KPK bersama BAZNAS juga menyerahkan donasi kemanusiaan untuk korban bencana Sumatra. Penyaluran dana untuk korban terdampak bencana Sumatra tersebut mencapai Rp45 miliar dengan target lebih dari Rp500 miliar.
“Akan terus kami lakukan bisa lebih dari Rp500 miliar, ini target kami sehingga dengan demikian akan banyak yang bisa kami bantukan ke Sumatra. Jadi yang tadi kami sebutkan, angka-angka yang tadi kami sebutkan itu (Rp45 miliar) angka sementara masih terus berkembang,” ujar Noor Achmad.
Tinggalkan Komentar
Komentar