periskop.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan telah mencopot sebanyak 192 pejabat di lingkungan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam kurun satu tahun terakhir. Langkah tersebut dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja dan sebagai bagian dari strategi percepatan swasembada pangan.

‎"Bapak Presiden (Prabowo Subianto), dari dalam, Kementerian Pertanian, ada 192. Satu tahun kami telah mencopot 192 pejabat kementerian kami copot, ada kami pecat, ada yang masuk penjara," kata Amran dalam acara Panen Raya Swasembada Pangan, Rabu (7/1). 

Amran menyebut penindakan tersebut tidak hanya menyasar pejabat internal, tetapi juga pihak di luar Kementan yang terlibat dalam pelanggaran. Hingga saat ini, sebanyak 76 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam berbagai kasus yang ditangani.‎

‎"Sekarang tersangka 76, dan yang kami copot dari kementerian luar dan dalam," terang Amran. 

Menurut Amran, langkah tegas ini dilakukan untuk memastikan seluruh jajaran Kementerian Pertanian bekerja profesional dan sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi pejabat yang berkinerja buruk atau menyalahgunakan kewenangan.

‎"Jadi kalau 5 tahun, kalau kami ditakdirkan kalau tidak reshuffle, ini berarti dua kali bapak Presiden habis. Jadi kami beritahu, kinerja tidak baik, main-main, perintah Bapak Presiden, kamu harus dicopot," tegasnya.

‎Amran menambahkan, upaya pembenahan internal ini diharapkan dapat mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional. Ia juga mengapresiasi dukungan lintas kementerian, termasuk Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang turut mengalokasikan anggaran untuk mendukung sektor pangan.

‎"Jadi hanya menjalankan perintah, hanya patuh Bapak Presiden. Bapak Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, terima kasih Pak Menteri, kami kerja sama karena anggarannya 20%, dari Rp16 triliun anggarannya itu untuk pangan," tutup Amran.