periskop.id – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan telah membangun sistem deteksi dini bernama DETAK MBG guna mengawasi aliran dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara real-time demi mencegah kebocoran anggaran negara.
“Sistem ini dibangun sebagai wujud nyata peran dan kontribusi PPATK bersama para pemangku rezim APUPPT PPSPM dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional MBG yang bebas korupsi,” tulis PPATK dalam laporan capaian strategisnya di Jakarta, Rabu (28/1).
Sistem DETAK MBG dirancang khusus sebagai instrumen pengawasan digital. Teknologi ini memungkinkan otoritas memantau pergerakan uang dalam ekosistem program prioritas nasional tersebut tanpa jeda.
Langkah ini diambil untuk memastikan prinsip transparansi terpenuhi. Akuntabilitas penggunaan anggaran jumbo tersebut menjadi prioritas utama lembaga intelijen keuangan ini.
PPATK menyadari besarnya risiko penyelewengan dalam program berskala nasional. Oleh karena itu, pengawasan tidak hanya dilakukan secara manual, tetapi berbasis sistem teknologi informasi mutakhir.
Dalam sistem tersebut, PPATK telah menanamkan parameter khusus. Indikator transaksi mencurigakan (suspicious transaction indicators) ditetapkan secara spesifik untuk menyasar pola-pola penyalahgunaan dana program.
Indikator ini berfungsi sebagai alarm otomatis. Jika terjadi anomali transaksi yang tidak sesuai dengan profil kewajaran, sistem akan langsung memberikan sinyal bahaya kepada analis.
Upaya preventif ini dinilai krusial mengingat kompleksitas rantai pasok program MBG. Potensi celah korupsi bisa muncul mulai dari pengadaan bahan baku hingga distribusi ke penerima manfaat.
Sinergi antarlembaga juga menjadi kunci operasional sistem ini. PPATK menggandeng aparat penegak hukum dan pemangku kepentingan terkait dalam rezim anti-pencucian uang untuk merespons temuan DETAK MBG.
Kehadiran sistem ini diharapkan mampu menutup celah bagi para pemburu rente. Anggaran negara harus dipastikan sampai kepada anak-anak Indonesia dalam bentuk asupan gizi, bukan menguap ke kantong koruptor.
Tinggalkan Komentar
Komentar