periskop.id – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengungkapkan capaian gemilang diplomasi Indonesia di mana Presiden Prabowo Subianto berhasil mencetak sejarah baru sebagai Presiden Republik Indonesia pertama yang memimpin lembaga multilateral tingkat dunia, yakni Dewan HAM PBB.
“Dari 80 tahun Indonesia Merdeka, Republik Indonesia Merdeka begitu banyak Presiden, baru Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia pertama kali memimpin lembaga multilateral dunia yaitu Presiden Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa. Baru pertama pecah rekor memimpin dunia,” kata Pigai dalam Rapat Kerja bersama Komisi XIII DPR RI di Senayan, Senin (2/2).
Mantan Komisioner Komnas HAM ini menegaskan bahwa pencapaian tersebut merupakan sebuah prestasi prestisius. Selama puluhan tahun merdeka, Indonesia belum pernah menempati posisi strategis setinggi ini di level perserikatan bangsa-bangsa.
Pigai menjelaskan bahwa kepemimpinan Indonesia di Dewan HAM PBB bukan hal sepele. Posisi ini menunjukkan pengakuan dunia internasional terhadap peran aktif Indonesia dalam isu-isu kemanusiaan global.
Ia juga membandingkan capaian ini dengan negara-negara lain di kawasan. Menurutnya, bahkan untuk level Asia Pasifik, posisi pemimpin di lembaga multilateral PBB merupakan sesuatu yang sangat jarang diraih.
“Asia Pasifik saja tidak pernah kita memimpin. Baru pertama. Lembaga PBB lagi Pak, ya,” ujarnya menekankan pentingnya momen tersebut di hadapan anggota dewan.
Kesuksesan ini dinilai Pigai sebagai buah kerja keras Kementerian HAM yang didukung penuh oleh Komisi XIII DPR RI. Sinergi antara eksekutif dan legislatif dianggap menjadi kunci keberhasilan diplomasi tersebut.
Dalam nada optimisme, Pigai bahkan berseloroh mengenai masa depan posisi Indonesia di kancah global. Ia meyakini capaian hari ini bisa menjadi batu loncatan untuk posisi yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Nanti kita lihat 50 tahun lagi apakah kita akan jadi Sekjen PBB enggak? Karena hari ini yang kita raih ini adalah di bawah nomor dua di bawah Sekjen PBB,” tambahnya.
Pigai mengaku bangga kementerian yang dipimpinnya mampu menghadirkan prestasi nyata di usia yang masih sangat muda. Hal ini membuktikan bahwa Kementerian HAM bekerja efektif dan diakui dunia.
Rapat kerja tersebut juga membahas berbagai agenda strategis lainnya, termasuk rencana kerja anggaran tahun 2026. Namun, kabar mengenai kepemimpinan di Dewan HAM PBB menjadi sorotan utama yang membanggakan dalam sesi pemaparan kinerja.
Tinggalkan Komentar
Komentar