periskop.id - Rekaman video mahasiswi UIN Suska Riau yang bersimbah darah di koridor kampus viral dan menjadi perbincangan hangat. Peristiwa berdarah ini bermula sekitar pukul 07.30 WIB di ruang sidang Fakultas Syariah, di mana pelaku tiba-tiba mengeluarkan kapak dan menyerang korban di hadapan mahasiswa lainnya. Beruntung, petugas keamanan kampus bergerak cepat melumpuhkan pelaku sebelum jatuh korban jiwa lebih lanjut. Berikut adalah kronologi lengkap dan kondisi korban pasca-insiden di lingkungan kampus UIN Suska tersebut.

Kronologi Penyerangan Mahasiswi UIN Suska Riau di Ruang Seminar

Kejadian bermula sekitar pukul 07.30 WIB di ruang sidang gedung belajar Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum. Saat itu, korban berinisial F tengah bersiap untuk melaksanakan seminar proposal (sempro). Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, pelaku yang diidentifikasi sebagai Rayhan Muzaffar sudah berada di dalam ruangan yang sama, diduga sedang menunggu kehadiran dosen penguji. Tanpa ada peringatan atau adu mulut yang berarti, pelaku tiba-tiba mengeluarkan kapak dan menyerang korban secara membabi buta. Korban sempat berteriak histeris meminta pertolongan kepada rekan-rekannya yang berada di sekitar ruangan. Namun, tidak ada yang berani mendatangi korban karena melihat pelaku sedang memegang kapak. Situasi semakin tidak terkendali saat korban berusaha menyelamatkan diri ke luar ruangan, tetapi pelaku tetap mengejarnya hingga ke koridor gedung.

Upaya Penyelamatan dan Kondisi Korban

Dalam kondisi terluka parah, korban berupaya lari menuju koridor untuk menghindari serangan susulan. Naas, pelaku dikabarkan sempat menjambak rambut korban dan kembali melukai bagian kening serta tangannya hingga korban jatuh terduduk di lantai dengan kondisi bersimbah darah. Beruntung, petugas keamanan kampus segera datang ke lokasi setelah menerima laporan dari mahasiswa lainnya. Tim keamanan berhasil melumpuhkan pelaku sebelum aksi lebih jauh terjadi. Setelah situasi kondusif, korban langsung dievakuasi dan dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara, Jalan Kartini, Pekanbaru, untuk mendapatkan penanganan medis darurat. Akibat luka robek yang cukup serius di bagian kepala, korban harus menjalani perawatan intensif. 

Dugaan Motif Asmara di Balik Tragedi Berdarah UIN Suska

Terkait motif di balik tindakan nekat ini, dugaan awal mengarah pada masalah asmara. Berdasarkan informasi dari rekan-rekan mahasiswa, pelaku dan korban ditengarai pernah menjalin hubungan kasih yang berakhir tidak baik. Diduga kuat, rasa sakit hati atau dendam menjadi pemicu utama Rayhan melakukan aksi kekerasan tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa mereka masih mendalami keterangan saksi-saksi dan bukti digital untuk memastikan alasan pasti di balik serangan ini. Kasus ini kini ditangani secara serius mengingat dampaknya yang besar bagi keamanan kampus.