Periskop.id - Komisi Pemberantasan Korupsi mengumumkan hasil lelang massal barang rampasan negara dari penanganan kasus korupsi yang digelar Kamis (18/6).

Sebuah unit iPhone berkapasitas 64 GB menjadi sorotan setelah laku terjual ratusan kali lipat dari harga limit awal.

Advertisement

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo memaparkan, iPhone 64 GB tersebut merupakan lot termurah dalam lelang dengan harga limit hanya Rp231 ribu. Pada penutupan lelang, unit itu justru terjual dengan penawaran tinggi mencapai Rp34 juta.

"Pada saat penutupan lelang, telepon genggam merek iPhone kapasitas 64 GB dengan harga limit Rp231 ribu, yang merupakan lot termurah, laku terjual dengan penawaran tinggi di angka Rp34 juta," kata Budi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat (19/6).

Lonjakan harga serupa juga terjadi pada sejumlah barang elektronik lain. iPhone 13 Pro Max 1 TB dari perkara terpidana Hasanuddin berhasil dilepas dengan harga tiga kali lipat dari limit awal, didorong antusiasme 193 peminat yang mendaftar dan 14 peserta yang aktif mengajukan penawaran.

Budi menerangkan, lot tersebut terjual dari harga limit Rp5,8 juta menjadi Rp17,8 juta. Sebuah unit iPhone 13 Pro Max lain berlimit Rp1,9 juta, yang sebelumnya sempat wanprestasi pada lelang terdahulu, kali ini sukses terlepas pada harga Rp9,38 juta.

Kenaikan harga juga tercatat pada lot unik berupa mesin kopi merek La Marzocco. Mesin tersebut berawal dari harga limit Rp77,6 juta, kemudian diperebutkan 27 penawar hingga akhirnya terjual di angka Rp108,7 juta.

Tingginya minat tidak hanya terjadi pada barang bergerak. Sebuah rumah milik mantan Hakim Agung Gazalba Saleh yang dilelang melalui KPKNL Bekasi turut terjual di atas target awal.

"Rumah milik terpidana Gazalba Saleh yang dilelang melalui KPKNL Bekasi juga berhasil terjual seharga Rp6,2 miliar atau meningkat sekitar Rp200 juta dari harga limit, yakni Rp6 miliar," jelas Budi.

Tidak semua aset dalam lelang ini mendapat sambutan serupa. Aset tanah milik terpidana Ekiawan Heri Putra berstatus Tanpa Ada Penawaran, sementara KPK terpaksa membatalkan lelang empat pin emas opini Wajar Tanpa Pengecualian dari perkara Syahrul Yasin Limpo karena kelengkapan administrasi yang belum terpenuhi.

Berdasarkan rekapitulasi sementara dari 10 kantor pelayanan lelang di berbagai daerah, KPK mengantongi total omzet Rp39,8 miliar untuk pemulihan aset negara. Kontribusi terbesar berasal dari KPKNL Cirebon senilai Rp16,6 miliar, disusul KPKNL Jakarta III Rp8,2 miliar, dan KPKNL Bekasi Rp6 miliar.

Budi mengingatkan, angka tersebut masih bersifat sementara karena para pemenang lelang masih diberi tenggat pelunasan hingga lima hari kerja, yakni sampai 25 Juni 2026. Dari total 108 lot aset rampasan yang ditawarkan di 13 KPKNL, antusiasme terbesar salah satunya tercatat di KPKNL Jakarta III.

"KPK mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam lelang barang rampasan negara. Antusiasme tersebut menunjukkan mekanisme lelang yang terbuka dan transparan mampu mengoptimalkan pemulihan aset hasil tindak pidana korupsi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi penerimaan negara," pungkas Budi.