periskop.id - Assalamualaikum, Sobat Halalive!

Pernah nggak sih kamu merasa insecure melihat update story teman yang isinya target khatam Al-Qur'an, kajian rutin tiap pagi, atau i'tikaf khusyuk di masjid?

Sementara itu, realita kamu jauh berbeda. Bangun sahur buru-buru, lari-larian mengejar KRL atau berjibaku dengan macetnya jalanan ibu kota. Sampai kantor disambut tumpukan deadline. Pas adzan Maghrib berkumandang, kamu masih terjebak di jalan atau lembur di meja kerja.

Rasanya pengen nangis, tapi air mata sudah kering kena AC kantor. Lalu muncul pertanyaan di hati kecil, "Ramadan gue sah nggak sih kalau isinya cuma kerja doang? Kapan ibadahnya kalau gue sibuk cari duit terus?"

Sobat Halalive, perasaan bersalah ini valid. Kita sering didoktrin bahwa "bulan ibadah" artinya harus full time di masjid. Tapi, Islam itu agama yang sangat membumi. Islam paham banget kalau manusia butuh makan, butuh bayar cicilan, dan butuh menafkahi keluarga.

Tuhan Ada di Cubicle Kantor Kamu

Seringkali kita memisahkan antara "Dunia" dan "Akhirat". Seolah-olah kalau lagi salat itu urusan akhirat, tapi kalau lagi presentasi depan klien itu urusan dunia semata.

Padahal, konsep Islam nggak se-kaku itu. Bekerja mencari nafkah yang halal, menahan emosi saat dimarahi bos, bersabar saat macet, dan menyelesaikan tanggung jawab profesi dengan jujur, itu semua adalah Ibadah.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an, justru menyuruh kita bertebaran di muka bumi setelah ibadah ritual selesai:

فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيراً لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Latin: Fa idzaa qudhiyatis-shalaatu fantasyiruu fil ardhi wabtaghuu min fadhlillaahi wadzkurullaaha katsiran la'allakum tuflihuun.

Artinya: "Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung." (QS. Al-Jumu'ah [62]: 10)

Ayat ini keren banget. Allah menyuruh kita "bertebaran" cari rezeki. Jadi, ketika kamu melangkah keluar rumah buat kerja, niatkan itu sebagai bentuk ketaatan pada perintah Allah di ayat ini. Seketika itu juga, status kerjamu berubah jadi ibadah.

Jangan Jadikan Puasa "Kambing Hitam"

Tapi ada syaratnya nih, Sobat Halalive. Jangan sampai puasa dijadikan alasan buat underperform alias malas-malasan. "Duh, sori ya kerjaan gue lambat, lagi lemes nih puasa."

Jangan begitu ya! Sejarah mencatat, Perang Badar yang merupakan perang besar pertama umat Islam terjadi di bulan Ramadan. Bayangkan, para sahabat berperang fisik di tengah gurun saat puasa. Masa kita yang kerja di ruangan ber-AC, duduk di kursi empuk, kalah semangatnya?

Justru, seorang Muslim yang keren itu adalah yang tetap profesional meski sedang berpuasa. Rasulullah SAW bersabda tentang pentingnya totalitas dalam bekerja:

إِنَّ اللهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

Latin: Innallaaha yuhibbu idzaa 'amila ahadukum 'amalan an yutqinahu.

Artinya: "Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang dari kalian bekerja, maka ia membaguskan kerjanya (profesional/itqan)." (HR. Al-Bayhaqi & Ath-Thabrani)

Jadi, kalau kamu mengerjakan laporan keuangan dengan teliti biar nggak ada korupsi, atau melayani customer dengan senyum meski bibir kering, itu dicatat sebagai amal saleh karena Allah cinta sama yang kerjanya beres (itqan).

Seni Mencuri Momen di Tengah Kesibukan

Terus gimana caranya biar tetap dapat "rasa" Ramadannya meski sibuk? Kuncinya bukan di durasi, tapi di frekuensi dan kualitas curian waktu.

Ubah Waktu Tunggu Jadi Waktu Dzikir 

Perjalanan rumah ke kantor butuh waktu 1-2 jam? Jangan cuma dipakai buat ngelamun atau scroll TikTok. Pasang earphone, dengerin murottal, atau dzikir ringan di dalam hati. Macet itu ujian sabar, dan dzikir di tengah macet itu penenangnya.

Sedekah Tenaga dan Senyum 

Kalau nggak sempat sedekah takjil karena sibuk, sedekahlah dengan tenagamu. Bantuin rekan kerja yang kesulitan, tahan pintu lift buat orang lain, atau sekadar senyum ramah ke satpam kantor. Itu sedekah yang paling murah tapi mahal di mata Allah.

Manfaatkan Waktu Istirahat Siang 

Karena nggak makan siang, kamu punya waktu ekstra 1 jam. Pakai 15-20 menit buat tidur siang sebentar (qailulah) biar seger, atau baca Qur'an 2-3 lembar. Sedikit tapi rutin.

Lelahmu Bisa Jadi Penghapus Dosa

Buat kamu yang pulang kerja badannya remuk redam, sampai rumah cuma sanggup salat Isya, Tarawih 8 rakaat terus ketiduran, jangan berkecil hati.

Lelah dalam mencari nafkah halal itu istimewa. Ada dosa-dosa yang nggak bisa dihapus cuma dengan salat malam atau puasa sunnah, tapi bisa dihapus dengan lelahnya mencari rezeki.

Jadi, pas kamu nyender di jendela busway atau terjebak macet di tol jam 5 sore sambil nahan haus, bisikkan ke diri sendiri, "Ya Allah, lelah ini aku niatkan untuk mencari rezeki-Mu yang halal. Terimalah sebagai ibadahku."

Selamat bekerja, selamat berkarya, dan selamat menikmati ibadah dalam setiap tetes keringatmu, Sobat Halalive!

Punya pengalaman unik atau lucu pas lagi kerja sambil puasa? Atau tips jitu ngilangin ngantuk pas meeting siang bolong? Bagiin di kolom komentar dong, biar kita bisa ketawa dan semangat bareng!

Sumber Rujukan

  1. QS. Al-Jumu'ah Ayat 10 (Perintah bertebaran mencari karunia Allah): https://quran.com/id/62:10
  2. Hadits tentang Itqan/Profesionalitas (HR. Al-Bayhaqi & Ath-Thabrani): https://hadeethenc.com/id/browse/hadith/64627