periskop.id – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai dugaan penggunaan senjata termal dan bom vakum oleh Israel terhadap warga sipil Gaza merupakan bentuk kebiadaban yang melampaui batas kemanusiaan.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Sudarnoto Abdul Hakim mendesak dunia internasional segera bertindak tegas atas temuan investigasi tersebut.
"Saya shock dan sekaligus geram membaca hasil investigasi yang disampaikan Al Jazeera terkait dugaan penggunaan senjata Thermal atau bom vakum dalam agresi militer Israel di Gaza. Ini menelan korban lenyap seketika tak tersisa sebesar 2.842 orang," kata Sudarnoto seperti dilansir dari website MUI, Selasa (17/2).
Sudarnoto mengungkapkan Gaza telah mengalami kehancuran luar biasa sejak agresi militer bergulir. Informasi mengenai ribuan warga Palestina yang hilang tanpa jejak akibat suhu ekstrem senjata tersebut menambah daftar panjang tragedi kemanusiaan.
Suhu panas ekstrem yang dihasilkan senjata tersebut mampu melenyapkan tubuh manusia dalam sekejap. Hal ini dinilai sangat bertentangan dengan nurani paling dasar manusia.
"Senjata yang mampu menghasilkan suhu hingga ribuan derajat celcius dan menyebabkan tubuh manusia hancur tanpa sisa adalah bentuk kekerasan yang sangat menjijikan dan bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum humaniter internasional," tegasnya.
Penggunaan senjata pemusnah massal tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa jika terbukti benar. Norma-norma hukum internasional telah dikangkangi oleh tindakan militer tersebut.
MUI meminta komunitas global membuang sikap diam dan standar ganda dalam penegakan hak asasi manusia. Setiap kejahatan perang wajib diusut secara transparan melalui mekanisme independen.
Tekanan juga diarahkan kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. MUI mendesak pemimpin AS tersebut bertanggung jawab atas dukungan yang selama ini diberikan terhadap tindakan Israel.
"Majelis Ulama Indonesia memandang bahwa tragedi kemanusiaan di Palestina bukan hanya isu nasional, melainkan persoalan moral dan kemanusiaan universal," tegasnya.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) didesak segera membentuk tim investigasi independen yang kredibel. Langkah ini krusial guna memastikan perlindungan warga sipil serta menghentikan pasokan senjata ke wilayah konflik.
Sudarnoto juga menyoroti peran BoP yang dianggap justru andil dalam merusak kedaulatan Palestina di balik jargon perdamaian. Perdamaian dinilai mustahil terwujud tanpa adanya penegakan keadilan yang nyata.
Solidaritas umat Islam dan masyarakat dunia diharapkan tidak surut dalam menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina. Tekanan diplomatik harus terus ditingkatkan agar agresi militer segera berhenti.
"Saya ingin serukan kemanusiaan harus dimenangkan. Dan penjajahan dalam bentuk apa pun di atas dunia ini harus dihapuskan," pungkasnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar