iklan periskop
Internasional

Prabowo: Jika Board of Peace Tak Lagi Bermanfaat bagi Palestina, Indonesia Akan Keluar

Prabowo menegaskan Indonesia bergabung dengan BOP demi perjuangan Palestina. Namun, ia siap menarik diri jika keberadaan koalisi dianggap kontraproduktif dan tidak menguntungkan ke...

4 bulan yang lalu · 2 mnt baca
Board of Peace Donald Trump - Prabowo
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden AS Donald Trump di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). dok.BPMI Setpres
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan keikutsertaan Indonesia dalam koalisi Board of Peace (BOP) memiliki tujuan tunggal, yakni membantu perjuangan rakyat Palestina. Namun, ia memberikan peringatan keras bahwa Indonesia tidak segan untuk angkat kaki jika keberadaan lembaga tersebut dinilai tidak memberikan manfaat nyata.

Prabowo menjelaskan, keputusan bergabung dengan BOP diambil berdasarkan pertimbangan strategis agar Indonesia memiliki pengaruh langsung (leverage) dari dalam sistem.

“Kalau kita di dalam, mungkin kita bisa berpengaruh dan membantu rakyat Palestina. Kalau di luar, pasti tidak bisa. Selama kita di dalam BOP bisa bantu perjuangan rakyat Palestina, kita akan berusaha,” kata Prabowo, dikutip Jumat (20/3).

Meskipun Indonesia tergabung bersama tujuh negara Muslim besar lainnya, termasuk Turki dan Pakistan, Prabowo menekankan dirinya memiliki otoritas penuh untuk mengambil keputusan mandiri terkait kepentingan nasional.

Ia menyebut tidak akan terpaku pada langkah negara mitra jika situasi di lapangan dianggap kontraproduktif dan hanya menghabiskan energi tanpa hasil yang jelas bagi Palestina.

“Saya sudah ambil keputusan, saya tidak akan menunggu tujuh negara lain. Kalau saya ambil kesimpulan tidak ada manfaat, mereka sudah tahu saya akan keluar,” tegas mantan Menteri Pertahanan tersebut.

“Begitu kita ambil kesimpulan tidak ada harapan dan kontraproduktif, kita menilai hanya habis waktu, habis energi, dan tidak menguntungkan kepentingan nasional bangsa Indonesia, kita keluar,” lanjutnya.

Keterlibatan Indonesia dalam BOP, menurut Prabowo, merupakan pengakuan dunia terhadap kapasitas Indonesia sebagai salah satu negara Muslim terbesar. Meskipun secara geografis letak Indonesia cukup jauh dari konflik Timur Tengah, posisi tawarnya dianggap krusial dalam peta geopolitik global.

Prabowo menegaskan langkah ini adalah kelanjutan dari perjuangan panjang bangsa Indonesia dalam membela kemerdekaan Palestina yang sudah menjadi mandat konstitusi.

“Kita harus punya posisi tawar (leverage). Saya menjalankan perjuangan bangsa Indonesia dari dulu, kita selalu membela kemerdekaan Palestina. Dan itu mereka (dunia) tahu,” ungkapnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai Prabowo Subianto, board of peace, BoP, dan palestina dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.