iklan periskop
Internasional

Ungkap Alasan Gabung BoP, Prabowo: Hanya Amerika yang Bisa Nekan Israel

Prabowo Subianto menegaskan Indonesia bergabung dalam Board of Peace untuk memperkuat diplomasi internasional, menekan penghentian konflik Gaza, dan mendorong peran besar Amerika S...

4 bulan yang lalu · 3 mnt baca
Board of Peace Donald Trump - Prabowo
Presiden Prabowo Subianto berbincang dengan Presiden AS Donald Trump di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza di Donald J. Trump Institute of Peace, Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (19/2/2026). dok.BPMI Setpres
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Presiden Prabowo Subianto mengungkap alasan Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BoP) sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi tawar dalam mendorong penghentian konflik di Gaza melalui jalur diplomasi internasional.

Prabowo menjelaskan, eskalasi konflik yang terjadi sejak 7 Oktober 2023 telah menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar, termasuk perempuan dan anak-anak. Kondisi tersebut mendorong Indonesia untuk mengambil peran lebih aktif di berbagai forum global guna menekan penghentian kekerasan.

“Jadi 2024–2025, dihabisin rata 80%, rata 70 ribu diperkirakan mati. Orang tua, perempuan, anak kecil tidak bersenjata. Apa yang kita bisa buat untuk hentikan itu, kita coba dengan segala cara,” ucap Prabowo dalam diskusi Presiden Prabowo Menjawab, Jumat (20/3).

Ia menegaskan, Indonesia telah menempuh berbagai langkah, mulai dari pengiriman bantuan kemanusiaan hingga keterlibatan dalam diplomasi multilateral bersama negara-negara lain. Keikutsertaan Indonesia dalam BoP, lanjutnya, merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat pengaruh dalam upaya mendorong perdamaian.

Menurut Prabowo, peran negara-negara besar sangat menentukan dalam menghentikan konflik, terutama Amerika Serikat. Karena itu, negara-negara Arab dan Muslim berupaya melakukan lobi bersama untuk mendorong tekanan terhadap pihak-pihak yang terlibat.

Ia mengungkapkan, sejumlah negara yang memiliki hubungan dekat dengan Presiden Donald Trump turut mendesak Washington agar menghentikan serangan di Gaza. Dalam berbagai forum internasional, Prabowo juga menyuarakan kritik terhadap sikap negara-negara Barat yang dinilai belum konsisten dalam menjunjung nilai kemanusiaan dan demokrasi.

“Nah, di situ negara-negara Arab yang berusaha itu akhirnya kan sebagian besar, sebagian dari mereka punya hubungan baik sama Presiden Trump di Amerika. Mereka semua mendesak Amerika, ‘Tolonglah hentikan penghancuran Gaza ini,’” terang Prabowo.

“Dan saya di berbagai forum juga mengatakan bahwa di sini adalah the moral decline of the West, bahwa negara Barat waktu itu Amerika dan Eropa selalu mengajarkan kepada kita HAM, selalu mengajarkan demokrasi,” tambahnya.

Meski demikian, ia menegaskan Indonesia tidak bersikap anti-Barat, melainkan mendorong peran lebih besar komunitas internasional, khususnya Amerika Serikat, dalam menekan Israel untuk menghentikan konflik.

“Tapi saya tahu apa yang terjadi. Jadi akhirnya Presiden Trump itu tadinya punya cita-cita ingin menjadi presiden yang membawa perdamaian. Dia sangat mengharapkan bisa menyelesaikan masalah-masalah dan mendapatkan Nobel Peace Prize," ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Prabowo, negara-negara Arab dan Muslim saat itu berupaya mendorong Presiden Donald Trump agar dapat menekan Israel untuk menghentikan serangan. Ia menilai, secara terbuka hanya Amerika Serikat yang memiliki pengaruh kuat untuk menahan langkah Israel.

“Nah, ini oleh rekan-rekan kita negara-negara Arab waktu itu dan Muslim, bahwa kita ingin mendorong Presiden Trump untuk bisa menekan Israel agar menghentikan. Karena kalau kita terbuka, hanya Amerika yang bisa menahan Israel,” tutupnya.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai BoP, board of peace, Prabowo Subianto, dan presiden prabowo menjawab dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Geser →

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.