periskop.id - Bulan Sabit Merah Iran mengungkapkan rentetan serangan militer Amerika Serikat dan Israel menelan ratusan korban jiwa. Ratusan warga lainnya turut mengalami luka-luka akibat gempuran bersenjata tersebut.

"Serangan AS dan Israel telah menghantam 24 provinsi di Iran, menewaskan 201 orang dan melukai 747 orang," kata Juru Bicara Bulan Sabit Merah Iran kepada Kantor Berita Mehr, Minggu (1/3).

Bulan Sabit Merah Iran merupakan organisasi kemanusiaan nasional darurat yang fungsinya setara dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Lembaga ini memegang peran vital menangani evakuasi medis darurat dan pertolongan pertama pada korban konflik atau bencana di negara tersebut.

Catatan medis dari lembaga kemanusiaan ini mendata ratusan warga sipil mengalami cedera. Total korban luka imbas serangan kedua negara tersebut menembus angka 747 orang.

Skala serangan militer ini menjangkau area geografis yang sangat luas. Militer Amerika Serikat dan Israel tercatat menggempur 24 provinsi berbeda di penjuru kedaulatan Iran.

Otoritas penanggulangan bencana setempat langsung merespons situasi darurat berskala nasional ini secara cepat. Ratusan tim penyelamat segera menyebar menuju titik-titik lokasi hantaman.

"Lebih dari 220 tim Bulan Sabit Merah hadir di lokasi yang ditargetkan," ujarnya.

Pasukan relawan kemanusiaan tersebut kini bersiaga penuh mengevakuasi korban di berbagai wilayah terdampak. "Operasi penyelamatan terus berlanjut," tegasnya.