periskop.id - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai memastikan adanya penyesuaian jadwal pada empat rute penerbangan internasional akibat penutupan ruang udara di beberapa negara. 

Communication and Legal Division Head Bandara Ngurah Rai Gede Eka Sandi Asmadi menyebut rincian penyesuaian ini mencakup satu penundaan dan tiga pembatalan keberangkatan.

"Sehubungan dengan penutupan ruang udara di sejumlah negara, dapat kami sampaikan terdapat sejumlah rute penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai yang mengalami penundaan penerbangan," kata Gede di Bali, Sabtu (28/2).

Gangguan rute internasional menuju Timur Tengah ini sama sekali tidak melumpuhkan layanan kebandarudaraan. "Namun demikian, operasional penerbangan dan pelayanan kebandarudaraan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali secara umum tetap berjalan dengan normal," ujarnya.

Pihak pengelola mencatat dengan rinci keempat jadwal penerbangan internasional yang terdampak langsung kebijakan penutupan wilayah udara tersebut. "Hingga Sabtu (28/2) pukul 21.00 WITA, terdapat sejumlah penerbangan yang telah mengalami penyesuaian jadwal penerbangan," jelasnya.

Satu rute penerbangan resmi mengalami penundaan waktu keberangkatan atau berstatus postponed. Pesawat maskapai Etihad bernomor penerbangan EY477 tujuan Abu Dhabi terpaksa menunda perjalanan udaranya.

Tiga rute penerbangan lainnya terpaksa harus menerima status pembatalan keberangkatan atau canceled. Dua pembatalan pertama menimpa pesawat maskapai Emirates bernomor penerbangan EK369 dan EK399 tujuan Dubai.

Pembatalan penerbangan ketiga terjadi pada maskapai Qatar Airways. Rute pesawat dengan nomor penerbangan QR963 dari Denpasar menuju Doha resmi batal mengudara menyusul penutupan kawasan udara tersebut.

Pengelola bandara terus bergerak proaktif merespons dinamika perubahan jadwal secara mendadak ini. "Manajemen PT Angkasa Pura Indonesia selaku pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali berkoordinasi dengan sejumlah instansi," paparnya.

Koordinasi intensif berjalan bersama pihak maskapai penerbangan guna memperbarui jadwal keberangkatan secara berkala. Langkah ini sangat krusial demi memastikan penanganan maksimal bagi penumpukan calon penumpang di terminal keberangkatan.

Pihak bandara turut menggandeng AirNav Indonesia untuk memantau langsung kondisi ruang udara yang terdampak. Aparatur keamanan setempat juga disiagakan guna mengantisipasi segala bentuk gangguan ketertiban di area vital bandara.

Otoritas bandara meminta kerja sama proaktif dari para calon pelanggan maskapai. "Kami mengimbau kepada calon penumpang pesawat udara untuk terus berkomunikasi dengan maskapai penerbangan untuk pembaharuan informasi jadwal penerbangan," tegasnya.

Pengelola telah menyiagakan fasilitas posko informasi darurat bagi para penumpang yang terdampak pembatalan dan penundaan. "Kami turut menyediakan layanan help desk yang berlokasi di Lantai 2 Terminal Keberangkatan Internasional," tambahnya.

Calon penumpang juga bisa memanfaatkan layanan pusat panggilan resmi Angkasa Pura secara praktis. Masyarakat cukup menghubungi nomor 172 melalui sambungan telepon guna mendapat pembaruan informasi terkait status penerbangan terkini.