periskop.id - Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) memastikan tiga tentaranya tewas dan lima personel lainnya menderita luka berat dalam Operasi Epic Fury. Otoritas militer merilis data kerugian personel ini di tengah berjalannya operasi tempur utama di lapangan.

"Hingga pukul 9.30 pagi ET, 1 Maret, tiga anggota militer AS tewas dalam pertempuran dan lima orang terluka parah sebagai bagian dari Operasi Epic Fury," rilis CENTCOM di Tampa, Florida, Minggu (1/3).

Angkatan bersenjata turut mencatat adanya sejumlah personel lain yang mengalami luka ringan. Cedera para prajurit tersebut timbul akibat terkena hantaman serpihan material ledakan.

Beberapa prajurit lainnya juga dilaporkan menderita gegar otak imbas tingginya intensitas bentrokan bersenjata. Petugas medis langsung memberikan penanganan cepat guna memulihkan kondisi para tentara.

Kondisi kesehatan kelompok prajurit ini masuk dalam kategori aman dan tidak membahayakan nyawa. "Mereka dalam proses untuk kembali bertugas," sebut rilis resmi CENTCOM.

Otoritas militer memastikan pergerakan operasi berskala besar tetap berlanjut tanpa hambatan berarti. Pengerahan pasukan keamanan terus berjalan secara masif.

Manuver taktis bersandi Operasi Epic Fury tidak akan berhenti meskipun menelan korban jiwa. "Operasi tempur utama berlanjut dan upaya respons kami sedang berlangsung," tegas CENTCOM.

Dinamika situasi pertempuran saat ini masih berstatus sangat cair dan terus berubah cepat. Markas komando pusat memilih menahan perilisan informasi tambahan menyikapi kondisi tersebut.

Langkah penahanan rincian data para korban ini murni bertujuan menghormati privasi pihak keluarga. Militer Amerika Serikat sengaja menjaga ketat identitas para prajurit yang gugur.

"Kami akan menahan informasi tambahan, termasuk identitas prajurit kami yang gugur, hingga 24 jam setelah keluarga terdekat diberitahu," tutup CENTCOM.