banner-sheroes-yoga
Internasional

Israel Panggil 100 Ribu Tentara Cadangan untuk Serang Iran

Militer Israel berencana memanggil 100 ribu tentara cadangan untuk menyerang Iran. Langkah pengerahan pasukan darurat ini merupakan bagian dari Operasi Roaring Lion.

Israel, AS, Iran, tentara
Ilustrasi. Kepala Staf Israel Defense Forces Letnan Jenderal Eyal Zamir (kiri) bertemu dengan para perwira di perbatasan Lebanon, 6 April 2025. Foto oleh IDF
Ukuran teks
Sedang

periskop.id - Militer Israel mengumumkan rencana pemanggilan hampir 100 ribu tentara cadangan demi menghadapi eskalasi konflik melawan Iran. Angkatan bersenjata ini mengambil langkah pengerahan tersebut sebagai bagian dari kampanye tempur utama.

Militer Israel merilis pernyataan resmi menyikapi mobilisasi pasukan darurat ini pada Minggu (1/3). 

"Tentara sedang bersiap memanggil sekitar 100.000 tentara cadangan dan meningkatkan tingkat kesiapannya di berbagai garis depan sebagai bagian dari Operasi Roaring Lion," tulisnya.

Operasi Roaring Lion merupakan sandi penyerangan militer Israel menuju wilayah Iran. Agresi bersenjata ini berjalan melalui jalur koordinasi secara penuh bersama pihak Amerika Serikat.

Media The Times of Israel merinci kondisi terkini kesiagaan militer negara tersebut. Puluhan ribu personel keamanan rupanya sudah berstatus siaga penuh di lapangan.

Pasukan cadangan ini telah menjalankan tugas operasional militer di berbagai titik. Setidaknya 50 ribu tentara cadangan saat ini secara aktif berstatus sedang bertugas.

Kementerian Kesehatan turut melaporkan dampak berkelanjutan gempuran militer Israel di wilayah Gaza. Serangan brutal negara ini terus memakan korban dari kalangan warga Palestina.

Otoritas medis mencatat jatuhnya korban baru dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Serangan Israel menewaskan setidaknya satu orang dan melukai tujuh warga lainnya.

Korban jiwa terus berjatuhan meski kesepakatan gencatan senjata deklarasi Amerika Serikat telah berjalan. Kebijakan penghentian permusuhan tersebut sejatinya mulai berlaku sejak bulan Oktober.

Kesepakatan ini nyatanya gagal menghentikan pertumpahan darah warga sipil di wilayah Palestina. Sebanyak 629 warga terbunuh semenjak masa berlakunya gencatan senjata tersebut.

Skala kematian warga akibat perang genosida Israel di Gaza telah menyentuh angka sangat memprihatinkan. Lebih dari 70 ribu orang tewas sejak konflik berdarah meletus pada Oktober 2023.

Baca berita dan informasi lainnya mengenai AS-Israel Serang Iran dengan mengeklik tautan.

Gimana reaksimu soal berita ini?

Rekomendasi untukmu

Komentar (0)

Harus masuk dulu untuk berkomentar. Komentar tayang setelah dimoderasi.

Belum ada komentar.