periskop.id - Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan posisi Indonesia yang konsisten di tengah ketegangan global: tidak berpihak pada aliansi militer mana pun, namun tetap aktif mendorong terciptanya perdamaian dunia.

"Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun," kata Prabowo dalam keterangannya, Selasa (17/3).

Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada kekuatan negara lain. Karena itu, Indonesia harus membangun kekuatan pertahanan yang kuat.

"Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun," ujar Prabowo.

Ia menambahkan, Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangga dan memiliki postur militer yang bersifat defensif.

Terkait keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat (AS), Prabowo menjelaskan bahwa tujuan Indonesia adalah kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

"Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara," tuturnya.

Namun, rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda. Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Untuk penyelesaian konflik AS–Iran, Prabowo telah mengajukan diri sebagai mediator. Konflik ini menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia.

Menurut Prabowo, semua pihak harus bersedia berdialog untuk mengakhiri konflik. "Saran saya selalu mencari opsi damai," tutupnya.