periskop.id - Kunjungan Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi ke Jakarta pada Jumat menjadi sorotan penting dalam hubungan bilateral Indonesia–Jepang. Dalam lawatannya yang berlangsung satu hari, Koizumi dijadwalkan bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto serta Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dalam konferensi pers, Koizumi menegaskan bahwa agenda ini bertujuan memperkuat kerja sama pertahanan kedua negara.
“Pembicaraan yang melibatkan Presiden Prabowo, yang sebelumnya menjabat sebagai menteri pertahanan, akan memberi peluang berharga untuk memajukan kerja sama pertahanan bilateral, termasuk kolaborasi dalam sektor alutsista dan teknologi pertahanan,” ujarnya melansir Antara, Jumat (12/6).
Kunjungan ini berlangsung hanya sepekan setelah Koizumi dan Sjafrie menyepakati kelanjutan diskusi mengenai penyerahan kapal perusak kelas Asagiri dari Pasukan Bela Diri Laut Jepang untuk Indonesia. Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Defence Cooperation Arrangement (DCA) yang ditandatangani pada Mei 2026 di Jakarta, mencakup kerja sama industri pertahanan, pelatihan personel, hingga penanggulangan bencana.
Indonesia, yang berada di jalur laut strategis bagi Jepang, dipandang Tokyo sebagai mitra penting dalam menjaga stabilitas kawasan. Koizumi menilai komitmen Prabowo dalam memperkuat kerja sama ini sebagai langkah nyata memperkokoh posisi Indonesia di Asia Timur.
Selain itu, hubungan pertahanan kedua negara memiliki akar sejarah panjang. Menhan Sjafrie bahkan menyinggung kembali peran Tentara Pembela Tanah Air (PETA) yang dididik Jepang pada masa pra-kemerdekaan, sebagai fondasi disiplin militer Indonesia.
Koizumi dan Sjafrie telah bertemu sebanyak enam kali sejak Koizumi menjabat Oktober 2025, menunjukkan intensitas komunikasi yang tinggi. Pertemuan kali ini juga diwarnai pembahasan situasi regional, termasuk keamanan di Timur Tengah, serta rencana kerja sama pendidikan dan pemeliharaan alutsista.
Menariknya, Koizumi juga mengungkapkan agenda lain: ia akan menerima kunjungan Wakil PM sekaligus Menhan Belanda Dilan Yesilgoz-Zegerius di Tokyo pekan depan, bersamaan dengan kedatangan kapal fregat Belanda De Ruyter. Ia bahkan berencana menyaksikan laga pembuka Piala Dunia 2026 bersama rekannya di Kedutaan Besar Belanda.
“Walaupun saya akan berada di ‘kandang’ lawan, saya akan tetap mendukung kemenangan Jepang. Terlepas hasilnya, saya yakin persahabatan saya dengan Wakil Perdana Menteri Belanda tak akan goyah,” kata Koizumi.
as a preferred
Tinggalkan Komentar
Komentar