Periskop.id - Iran memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan serangan selama prosesi pemakaman kenegaraan Ayatollah Ali Khamenei digelar. Teheran menegaskan setiap bentuk agresi akan dibalas dengan respons militer yang tegas.

Peringatan itu dilontarkan Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Ali Abdollahi. Ia menyebut angkatan bersenjata Iran telah siap memberikan pembalasan terhadap segala ancaman yang menyasar negara itu.

"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis [Israel], untuk menghindari kesalahan perhitungan dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami," kata Abdollahi dalam pernyataan yang disiarkan media pemerintah Iran, Kamis (2/7).

Peringatan dari jalur diplomatik turut mengalir. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyuarakan sikap serupa sehari sebelumnya, menegaskan Teheran tak akan tinggal diam terhadap ancaman apa pun yang mengincar rakyat maupun kepemimpinan Iran.

Pernyataan Araqchi muncul menyusul klaim Menteri Pertahanan Israel Israel Katz yang disebut menyatakan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, sebagai "target untuk dibunuh". Araqchi menilai ancaman semacam itu hanya akan memperparah risiko eskalasi konflik di kawasan.

"Teheran akan memberikan respons segera dan kuat terhadap setiap ancaman terhadap rakyat atau kepemimpinannya," tegas Araqchi pada Rabu, seperti dilaporkan Reuters.

Prosesi pemakaman Khamenei dijadwalkan dimulai pada 4 Juli di Teheran. Serangkaian upacara penghormatan kemudian akan berlanjut hingga 9 Juli, sebelum jenazah dikebumikan di Mashhad, kota kelahiran sang pemimpin.

Upacara tambahan juga akan digelar di Qom dan Irak selama periode yang sama. Rangkaian acara itu menjadikan prosesi pemakaman Khamenei sebagai salah satu peristiwa kenegaraan terbesar yang pernah diselenggarakan Iran.

Di tengah meningkatnya ketegangan, aparat keamanan Iran disiagakan di berbagai lokasi yang akan menjadi pusat prosesi penghormatan. Media Iran melaporkan pemerintah memperketat pengamanan menjelang rangkaian acara tersebut sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman dari luar negeri.

Kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran mengumumkan pembatasan sementara wilayah udara di sejumlah kota, termasuk Teheran dan Mashhad, selama prosesi berlangsung. Pembatasan itu diberlakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat keamanan di tengah kekhawatiran atas ancaman eksternal.