Periskop.id - Kementerian Koperasi (Kemenkop) dan PT Agrinas Palma Nusantara menandatangani nota kesepahaman untuk membangun ekosistem perkebunan kelapa sawit berbasis koperasi. Kerja sama itu mencakup pengelolaan lahan sawit sekitar 850.000 hektare yang tengah diverifikasi di kawasan hutan.
Direktur Utama Agrinas Palma Nusantara Abdul Ghani menerangkan, lahan tersebut merupakan perkebunan sawit di kawasan hutan yang diambil alih Satgas PKH. Ke depannya, luas lahan itu ditargetkan bertambah hingga 1,25 juta hektare.
Berdasarkan ketentuan, minimal 20% dari total lahan produktif wajib dialokasikan sebagai plasma berbasis koperasi. "Kalau menurut ketentuan yang berlaku selama ini minimal 20% harus dibentuk plasma. Ada 250 ribu hektare dalam jangka panjang minimal ya. Minimal 250.000 hektare, itu sama dengan 250 kooperasi," ujar Ghani dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi, Jakarta Selatan, Kamis (2/7).
Di luar lahan plasma, Agrinas juga mengidentifikasi sekitar lebih dari 120.000 hektare yang merupakan sawit milik petani rakyat. Lahan-lahan tersebut selama ini belum memiliki ikatan atau status hukum yang jelas.
Ghani menuturkan, para petani sawit rakyat itu akan digandeng sebagai mitra untuk mengelola lahan mereka secara legal melalui wadah koperasi. Pihaknya akan menghimpun mereka ke dalam satu kelompok koperasi agar pengelolaannya tertata.
"Mereka belum memiliki ikatan yang formal, kita akan bentuk koperasi jadi untuk plasmanya dibentuk koperasi, yang sawit-sawitnya kita akan himpun mereka menjadi satu kelompok koperasi. Nanti kewenangan Pak Menteri dan jajaran dari pemerintah daerah," beber Ghani.
Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengungkapkan, Kemenkop sebenarnya sudah memiliki 1.135 koperasi yang aktif di sektor perkebunan sawit. Kerja sama dengan Agrinas ia nilai sebagai pijakan awal untuk mengembangkan jaringan koperasi sawit yang sudah ada itu lebih jauh.
"Koperasi-koperasi sawit yang ada itu bisa dikembangkan modelnya, dan sekitar 20% dari luas lahan yang produktif itu nanti akan dikelola oleh plasma berupa koperasi," ujar Ferry.
Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Ferry menyatakan Kemenkop akan menyiapkan infrastruktur serta Badan Layanan Umum (BLU) yang dimilikinya guna mendampingi koperasi-koperasi petani sawit yang bermitra dengan Agrinas. Tujuannya agar pengelolaan koperasi berjalan lebih profesional sekaligus meringankan beban operasional Agrinas.
Kemenkop, menurut Ferry, siap hadir dari sisi pembinaan agar koperasi yang terbentuk tidak sekadar berstatus formal, tetapi juga mampu beroperasi secara efektif di lapangan.
"Kita akan bantu dampingi supaya lebih profesional dan kita support kegiatan koperasi di perkebunan sawit yang dikelola oleh PT Agrinas Palma Nusantara ini supaya juga bisa meringankan tugas PT Agrinas Palma Nusantara," jelas Ferry.
Tinggalkan Komentar
Komentar