Periskop.id - Belasan pesawat militer Amerika Serikat terpantau mengorbit di kawasan Selat Hormuz pada Rabu (8/7) dinihari, seiring berlanjutnya serangan udara AS ke wilayah selatan Iran yang dimulai Selasa (7/7) malam waktu setempat. Pesawat-pesawat itu berputar-putar di Teluk Persia dan Teluk Oman, lepas pantai Uni Emirat Arab.
Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dipantau CNN, sekitar 12 pesawat tanker pengisian bahan bakar milik Angkatan Udara AS dan satu pesawat intelijen pengintaian P-8 Poseidon milik Angkatan Laut AS terdeteksi di area tersebut. Satu pesawat tanker Angkatan Udara Uni Emirat Arab juga terpantau berada di kawasan yang sama.
"Kami melancarkan serangan besar terhadap Iran untuk memberikan konsekuensi yang berat atas penargetan dan serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir," demikian pernyataan Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM).
Kehadiran pesawat tanker di kawasan itu bukan tanpa fungsi. Pesawat jenis ini berperan menjaga jet tempur dan pesawat serang tetap mengudara selama operasi berlangsung, memungkinkan pengisian bahan bakar tanpa harus mendarat. Armada udara AS terus beroperasi di kawasan tersebut hingga setidaknya pukul 08.40 waktu ET.
Sejumlah video yang berhasil diverifikasi lokasi pengambilannya oleh CNN memperlihatkan ledakan dan kobaran api besar di kota pelabuhan Bandar Abbas, pelabuhan Sirik, serta Pulau Qeshm, Iran.
Serangan kemudian merambah ke titik yang jauh lebih vital. Media pemerintah Iran melaporkan ledakan juga menghantam Pulau Kharg, pusat ekspor minyak utama Teheran.
Pulau yang membentang sekitar delapan kilometer di lepas pantai Iran itu menangani sekitar 90% ekspor minyak mentah negara tersebut. Para pejabat AS menyebutnya sebagai "pusat seluruh pasokan minyak Iran."
Serangan-serangan ini berlangsung di tengah situasi yang paradoks. Kedua negara tengah menjalani gencatan senjata dan bahkan sudah menandatangani nota kesepahaman (MoU) guna mengakhiri perang.
Ironisnya, serangan Iran di Selat Hormuz yang memicu respons militer AS terjadi justru ketika proses perdamaian sedang berjalan. Ketegangan kini kembali memuncak setelah sempat ada tanda-tanda deeskalasi antara kedua negara.
Serangan ke Pulau Kharg dinilai sebagai pukulan paling telak dalam rangkaian operasi militer AS kali ini. Pulau tersebut merupakan urat nadi perekonomian Iran yang selama ini nyaris tidak terganggu dalam berbagai konflik sebelumnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar