Periskop.id - Rupiah dibuka menguat 0,08% atau 15 poin ke level Rp17.980 per dolar AS pada awal sesi perdagangan Rabu (8/7/2026). Meski begitu, pergerakan sepanjang hari ini diprediksi fluktuatif dan berisiko berakhir melemah di kisaran Rp17.950 hingga Rp18.050 per dolar.
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong memaparkan, rupiah pada Selasa (7/7) juga ditutup menguat tipis 0,08% ke level yang sama setelah bergerak relatif datar sepanjang sesi. Kenaikan cadangan devisa (cadev) Indonesia, yang tumbuh untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir, menjadi pendorong utama sentimen positif tersebut.
"Data selanjutnya yang menjadi perhatian adalah penjualan ritel serta Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK," kata Lukman dalam keterangannya, Selasa (7/7).
Meski ada dorongan dari sisi cadev, penguatan rupiah dinilai masih terbatas. Pelaku pasar memilih bersikap wait and see menjelang rilis sejumlah indikator ekonomi domestik yang dianggap berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan nilai tukar.
Dari sisi eksternal, mata uang Asia secara umum juga menunjukkan tren menguat terhadap dolar AS. Kondisi ini terjadi seiring indeks dolar yang cenderung datar, sementara investor global menanti rilis risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Lukman menilai, dalam jangka pendek rupiah masih berpotensi bergerak terbatas atau range-bound. Namun, peluang penguatan tetap terbuka apabila data kepercayaan konsumen domestik dirilis lebih baik dari ekspektasi pasar.
"Dukungan dari kenaikan cadangan devisa memberikan sentimen positif bagi rupiah. Namun, pelaku pasar masih menunggu konfirmasi dari data ekonomi domestik berikutnya, terutama penjualan ritel dan Indeks Keyakinan Konsumen. Jika data tersebut menunjukkan perbaikan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatannya," imbuh Lukman.
Pada pembukaan perdagangan Rabu pagi, indeks dolar turut menguat 0,14% ke posisi 101,16. Lukman menyebut, sentimen data domestik dan hasil risalah FOMC menjadi dua katalis utama yang akan menentukan arah rupiah hingga penutupan sesi hari ini.
Tinggalkan Komentar
Komentar