Periskop.id - PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolahan hasil perikanan yang sahamnya dipegang perusahaan afiliasi Kaesang Pangarep, mengajukan restrukturisasi pinjaman ke sejumlah lembaga keuangan setelah terbelit masalah kredit macet dan keterbatasan modal kerja. Total kewajiban kredit perseroan kepada enam kreditor mencapai sekitar Rp2,8 triliun.
Manajemen PMMP merinci, kewajiban terbesar tercatat di PT Bank Permata Tbk senilai US$53,12 juta atau sekitar Rp953,4 miliar, ditambah fasilitas Rp5,49 miliar. Berikutnya, utang kepada PT Bank Central Asia Tbk sebesar US$40,29 juta (sekitar Rp723 miliar), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia sebesar US$30,71 juta (sekitar Rp551,2 miliar), dan PT Bank SMBC Indonesia Tbk sebesar US$22,8 juta (sekitar Rp409,1 miliar).
"Saldo tersebut di atas di luar hutang bunga," tulis manajemen PMMP dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Selasa (7/7).
PMMP juga masih memiliki pinjaman kepada PT Bank Maspion Indonesia Tbk senilai US$7,21 juta dan PT Bank Resona Perdania sebesar US$5,99 juta. Keenam kewajiban itu belum termasuk beban bunga yang terakumulasi.
Perseroan mengakui membutuhkan sekitar US$15 juta atau sekitar Rp269,1 miliar untuk menopang kegiatan operasional. Keterbatasan modal kerja itu memaksa PMMP memangkas operasional sehingga kini hanya satu pabrik yang aktif berjalan, yakni di Situbondo.
Guna tetap memenuhi permintaan ekspor di tengah kapasitas produksi yang menyusut, perseroan menempuh skema pembelian produk jadi dari pihak lain.
"Sementara ini perseroan membeli produk jadi dari perusahaan lain dengan pembayaran di belakang setelah hasil ekspor diterima oleh perseroan," tulis manajemen PMMP.
Tekanan operasional itu turut berdampak pada sisi ketenagakerjaan. Sejak 2024 hingga saat ini, PMMP telah memutus hubungan kerja terhadap 37 karyawan staf dan 79 pekerja harian. Di luar itu, sebanyak 82 staf tercatat mengundurkan diri.
Saham PMMP dipegang oleh PT Harapan Bangsa Kita, perusahaan milik Kaesang Pangarep, dengan porsi 188,24 juta lembar saham atau setara 7,27% kepemilikan di perseroan.
Tinggalkan Komentar
Komentar