periskop.id - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiagakan ribuan posko pengamanan demi mengawal kelancaran arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir memastikan kesiapan layanan ini melalui pelaksanaan Operasi Ketupat.

​"Polri akan menggelar total 2.756 posko, baik pos terpadu, pos pelayanan, maupun pos pengamanan untuk memastikan pelayanan kepada warga masyarakat dapat ter-deliver dengan baik," ujarnya di Gedung Divisi Humas Polri, Jakarta, Rabu (11/3).

​Kehadiran ribuan posko strategis ini bertujuan menjamin keamanan tingkat tinggi di lapangan. Masyarakat berhak mendapatkan kenyamanan mobilitas selama periode libur panjang Lebaran.

​Aparat kepolisian merancang posko ini untuk mendukung berbagai aktivitas keramaian warga. Cakupan pengamanan meliputi pengawalan arus mudik, malam takbiran, pelaksanaan salat Id, hingga kegiatan wisata keluarga.

​Kepolisian turut memfokuskan pengamanan ketat pada ratusan ribu objek vital pusat aktivitas masyarakat. Secara keseluruhan, aparat kepolisian siap menjaga ketat sekitar 185.544 lokasi keramaian.

​Sasaran penjagaan mencakup rumah ibadah, masjid, lokasi salat Id, pusat perbelanjaan, hingga destinasi wisata. Titik mobilitas massa seperti pelabuhan, terminal, stasiun, dan bandara tak luput dari pantauan aparat.

​Korps Bhayangkara menggandeng para pemangku kepentingan guna menyukseskan kelancaran pergerakan masyarakat. Kolaborasi ini menjadi kunci utama keberhasilan operasi pengamanan berskala nasional tersebut.

​"Polri bersama segenap pemangku kepentingan dan didukung seluruh elemen masyarakat akan memastikan pelayanan kemanusiaan dan pengamanan selama arus mudik hingga masyarakat kembali dari perjalanan," katanya.

​Polri juga mengerahkan tim khusus dari Satgas Humas guna mengoptimalkan penyampaian informasi publik. Tim ini bertugas memastikan penyebaran pembaruan arus lalu lintas berjalan sangat efektif.

​Prediksi puncak arus mudik Lebaran tahun ini jatuh pada rentang tanggal 13 hingga 17 Maret. Sementara lonjakan arus balik diprediksi terjadi mulai 24 hingga 28 Maret mendatang.

​Polisi mengimbau masyarakat untuk merencanakan waktu perjalanan secara matang. Pemudik perlu memantau pembaruan informasi lalu lintas secara berkala demi kelancaran perjalanan menuju kampung halaman.