Periskop.id - Peningkatan kadar hormon membuat perempuan hamil lebih rentan mengalami masalah kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut diungkapkan dokter ahli, Dr. Chan Boon Hui dari KK Women’s and Children’s Hospital Dental Service, sebagaimana dikutip dalam siaran Channel News Asia pada Senin

Ia menjelaskan, peningkatan kadar hormon – khususnya estrogen dan progesteron – membuat perempuan lebih rentan terkena penyakit gusi seperti gingivitis dan periodontitis. Dokter ahli bedah mulut dan maksilofasial itu menjelaskan, gingivitis adalah bentuk ringan dari penyakit gusi yang ditandai dengan gusi bengkak dan meradang yang mudah berdarah.

Menurut dia, penyakit ini akan berkembang menjadi periodontitis, bentuk penyakit gusi yang lebih parah, jika tidak diobati. "Hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan kehilangan gigi," serunya. 

Direktur Layanan Gigi di National University Polyclinics Dr. Patricia Wong menyampaikan, perempuan yang menderita gingivitis sebelum kehamilan lebih rentan terhadap perburukan selama kehamilan.

Selain itu, dia mengatakan, saat muntah, asam lambung akan bersentuhan dengan gigi dan mengikis enamelnya. Ini bisa merusak lapisan pelindung gigi dan membuatnya lebih rentan terhadap sensitivitas dan kerusakan gigi.

"Setelah muntah, sebaiknya segera bilas mulut dengan air biasa untuk menetralkan asam," tuturnya. 

Dia mengingatkan, langsung menggosok gigi setelah muntah bisa memicu kerusakan struktur gigi. "Tunggu 30 menit hingga satu jam sebelum menggosok gigi," jelasnya. 

Dr. Chan menambahkan, kesehatan mulut yang buruk selama kehamilan juga berpeluang memengaruhi kesehatan bayi. Menurut dia, periodontitis dapat menyebabkan perubahan pada aliran darah ibu, yang dapat mengganggu perkembangan janin dan bahkan memicu persalinan dini.

Tetap Sikat Gigi
Oleh karena itu, penting untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut selama kehamilan. Beberapa perempuan hamil mungkin kesulitan menyikat gigi karena refleks muntah yang meningkat. Namun, mereka tetap harus menyikat gigi setidaknya selama dua menit dua kali sehari.

Kepada ibu hamil yang kesulitan menyikat gigi, Dr. Wong menyarankan untuk mencoba pasta gigi dengan rasa buah atau yang tidak terlalu beraroma mint. Cara lainnya, menyikat gigi menggunakan air biasa kemudian berkumur dengan obat kumur berfluorida.

"Variasikan waktu menyikat gigi untuk menghindari saat-saat mual paling parah di pagi hari," ungkapnya. 

Dia juga menyarankan ibu hamil untuk mendengarkan musik atau siniar favorit saat menyikat gigi, sebagai bentuk pengalihan perhatian.

Selain menyikat gigi, ibu hamil perlu membersihkan sisa makanan dan kotoran di sela-sela gigi yang tidak terjangkau sikat gigi menggunakan benang gigi. Dr. Chan mengatakan, minum banyak air di antara waktu makan dapat membantu membersihkan sisa-sisa makanan dan menjaga kelembapan mulut.

Selain menjaga ibu hamil tetap terhidrasi, ia melanjutkan, minum banyak di antara waktu makan juga membantu mengurangi penumpukan asam yang dapat merusak enamel gigi. Dia mengatakan, perawatan gigi rutin seperti pembersihan gigi dan penambalan sederhana dapat dilakukan selama kehamilan.

Namun, trimester kedua dianggap sebagai periode yang paling aman bagi ibu hamil, untuk menjalani prosedur perawatan gigi.