Periskop.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka merayu produsen otomotif Jepang, khususnya Toyota, untuk memindahkan basis produksi utamanya dari Thailand ke Indonesia. Pemerintah bahkan siap memberikan berbagai insentif guna menarik investasi yang lebih besar dari industri otomotif global.

Rayuan tersebut bukan tanpa alasan. Purbaya menegaskan pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi agar Indonesia menjadi tujuan utama investasi manufaktur kendaraan di kawasan Asia Tenggara.

"Kita akan dukung Toyota juga, but bring your main manufacturing from Thailand to Indonesia. I'll give you every incentive that you want," kata Purbaya dalam sambutan di Pameran Otomotif GIIAS, Selasa (4/8).

Meski demikian, ia mengakui langkah tersebut tidak mudah mengingat Thailand telah puluhan tahun menjadi basis produksi utama berbagai produsen otomotif di kawasan. Karena itu, pemerintah akan terus berupaya meningkatkan daya saing Indonesia melalui perbaikan regulasi dan pemberian insentif investasi.

Menurut Purbaya, Indonesia memiliki pasar otomotif terbesar di Asia Tenggara sehingga sudah semestinya menjadi pusat produksi kendaraan regional. Ia pun mempertanyakan mengapa hingga kini banyak produsen otomotif masih menjadikan Thailand sebagai basis manufaktur utama.

"Kita kan negara paling besar di Asia, kenapa pusatnya di Thailand. Mungkin in the past we didn't give enough incentive to foreign investors atau mungkin iklim investasinya belum baik," terang dia.

Purbaya menilai kondisi tersebut tidak lepas dari kebijakan masa lalu yang dinilai kurang kompetitif dalam menarik investasi asing. Selain itu, iklim investasi Indonesia juga dinilai belum cukup menarik dibandingkan negara pesaing.

Karena itu, pemerintah berkomitmen melakukan perbaikan secara serius, termasuk menyiapkan insentif yang lebih kompetitif bagi investor yang ingin memindahkan fasilitas produksinya ke Indonesia.

"We are going to improve it seriously this time around. Dan kami akan menyediakan insentif yang cukup agar Anda memindahkan fasilitas produksi dari Thailand ke Indonesia. Usaha namanya juga ya boleh, awas kalau tidak, kita pajakin saja dia," tutup Purbaya.