Periskop.id – Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID menyatakan telah membayarkan pajak dan dividen kepada pemerintah senilai Rp32,82 triliun sepanjang 2025. Kontribusi tersebut menjadi bagian dari total nilai ekonomi Rp180,30 triliun yang disalurkan kepada negara, pemasok, pekerja, dan masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

Capaian tersebut tercantum dalam Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025. Perusahaan menilai aktivitas pertambangan tidak boleh berhenti pada produksi dan penjualan mineral, tetapi harus menciptakan manfaat ekonomi yang mengalir ke pemerintah, daerah, pelaku usaha nasional, dan komunitas lokal.

"Sebagai BUMN, kami adalah agent of development sehingga dampak ekonomi menjadi sangat penting. Kami mendukung program pemerintah untuk mendorong kedaulatan ekonomi nasional," ucap Division Head of Sustainability MIND ID Binahidra Logiardi, Selasa (4/8). 

Pemasok Lokal Kuasai Lebih dari 90% Rantai Pasok

MIND ID menyebut lebih dari 90% pemasok grup berasal dari pelaku usaha lokal dan domestik. Mereka terlibat dalam berbagai tahapan kegiatan pertambangan, mulai dari eksplorasi, produksi, pengolahan, hingga distribusi dan pemasaran produk.

Kebutuhan yang dipasok mencakup bahan bakar, alat berat, suku cadang, jasa kontraktor, transportasi, serta layanan pendukung lainnya. Kebijakan tersebut memungkinkan nilai ekonomi pertambangan turut dinikmati industri nasional, bukan hanya perusahaan tambang dan pemegang saham.

"Dari sisi rantai pasok dan aspek sosial, kami melihat keterlibatan pemasok lokal dan domestik sangat penting. TKDN menjadi salah satu ukuran pencapaian operasi dan bisnis kami," ujar Binahidra.

Penggunaan pemasok dalam negeri juga dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap barang impor, memperpendek rantai pasok, serta menekan risiko keterlambatan pasokan. Di sisi lain, perusahaan tetap perlu memastikan pemasok lokal memenuhi standar kualitas, keselamatan kerja, lingkungan, dan tata kelola yang ditetapkan industri pertambangan.

Pendapatan MIND ID Tembus Rp159,46 Triliun

Kontribusi ekonomi tersebut ditopang oleh kinerja bisnis grup yang tetap tumbuh. Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit, pendapatan MIND ID mencapai Rp159,46 triliun pada 2025, naik sekitar 10% dibandingkan Rp145,21 triliun pada tahun sebelumnya.

Laba tahun berjalan tercatat Rp29,89 triliun. Nilainya menurun dibandingkan laba 2024 sebesar Rp40,20 triliun, tetapi masih berada 16% di atas target perusahaan. Total aset MIND ID juga meningkat dari Rp292,11 triliun menjadi Rp307,66 triliun.

Corporate Secretary MIND ID Pria Utama mengatakan capaian tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga kinerja di tengah perubahan ekonomi dan pasar komoditas global.

“Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen manajemen MIND ID dalam menjamin pengelolaan perusahaan negara yang mampu memberi kontribusi optimal bagi Indonesia,” ujarnya.

Laporan keuangan MIND ID memperoleh opini wajar dalam semua hal yang material dari auditor independen. Opini tersebut menunjukkan laporan konsolidasian telah disajikan sesuai standar akuntansi keuangan yang berlaku di Indonesia.

Dividen Tunai 2025 Capai Rp20,09 Triliun

Dalam laporan keuangan, pemegang saham menyetujui dividen dari laba tahun buku 2024 sebesar Rp36,53 triliun. Dari jumlah tersebut, dividen tunai yang dibayarkan secara bertahap sepanjang Juni hingga Oktober 2025 mencapai Rp20,09 triliun.

Sementara Rp16,44 triliun atau 45% dari laba 2024 ditetapkan sebagai cadangan perusahaan. Dana cadangan diperlukan untuk menjaga ketahanan keuangan sekaligus mendukung investasi, pengembangan usaha, dan agenda hilirisasi mineral.

Data keuangan MIND ID juga mencatat kontribusi berbasis kas berupa pajak dan penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp16,60 triliun pada 2025. Jumlah tersebut meningkat dari Rp10,93 triliun pada 2024.

Kontribusi itu terdiri atas pajak penghasilan Rp4,65 triliun, pajak pertambahan nilai Rp2,66 triliun, pajak daerah Rp218,36 miliar, serta penerimaan negara bukan pajak Rp8,66 triliun. Angka tersebut menggunakan klasifikasi dan basis pencatatan yang berbeda dari nilai pajak dan dividen dalam laporan keberlanjutan sehingga tidak dapat dijumlahkan secara langsung.

Hilirisasi Didorong Perbesar Nilai Tambah

MIND ID menaungi perusahaan pertambangan strategis seperti PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium, PT Timah Tbk, dan PT Vale Indonesia Tbk. Grup tersebut mengelola komoditas batu bara, emas, tembaga, timah, nikel, bauksit, dan aluminium.

Perusahaan juga menjalankan sejumlah proyek hilirisasi, termasuk penguatan rantai pasok emas, pengembangan industri bauksit hingga aluminium, pengolahan tembaga, serta pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik.

“MIND ID konsisten menjalankan mandatnya sebagai penggerak hilirisasi mineral strategis memberi manfaat optimal bagi Indonesia, sekaligus mewujudkan visi MIND ID for Indonesia and the World,” kata Pria.

Hilirisasi diharapkan membuat mineral tidak hanya diekspor sebagai bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai lebih tinggi. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada efisiensi proyek, ketersediaan energi, kepastian pasar, penggunaan komponen dalam negeri, serta kemampuan industri menyerap tenaga kerja lokal.

Dengan nilai ekonomi yang didistribusikan mencapai Rp180,30 triliun, ukuran kontribusi MIND ID tidak hanya terletak pada besarnya pajak dan dividen. Dampaknya juga perlu terlihat melalui tumbuhnya pemasok nasional, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kemampuan industri pendukung, dan perbaikan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah tambang.