periskop.id - Pernah lihat pria luka berdarah? Santai, masih bisa jalan. Kecelakaan kecil? Tenang, bisa langsung bangkit lagi. Tapi, begitu demam naik 38 derajat, tiba-tiba dunia terasa mau tamat. Fenomena ini dikenal sebagai man flu, di mana pria merespons flu dan demam dengan cara yang jauh lebih dramatis dibandingkan dengan wanita. Hormon, sistem imun, dan reaksi biologis mereka membuat gejala yang sebenarnya ringan bisa terasa seperti akhir dunia. Jadi, lebaynya pria ketika flu dan demam ada penjelasan ilmiahnya.

Apa Itu Man Flu?

Istilah man flu sudah resmi masuk kamus Oxford dan Cambridge. Secara sederhana, man flu menggambarkan cara pria bereaksi berlebihan ketika terkena flu atau demam. Fenomena ini diyakini terkait dengan perbedaan sistem kekebalan tubuh pria dibanding wanita sehingga gejala yang terlihat ringan bagi wanita bisa terasa lebih berat bagi pria.

Berdasarkan penelitian dari dr. Kyle Sue, asisten profesor klinis di Memorial University of Newfoundland, Kanada, mencoba mengungkap apakah pria benar-benar lebay saat flu atau ada alasan ilmiahnya. Ia meninjau berbagai studi dan mempublikasikan hasilnya di BMJ Journal edisi Natal 2017.

Hasilnya menarik, gejala flu yang lebih parah pada pria bukan hanya dibesar-besarkan. Secara biologis, sistem imun pria memang sedikit lebih lemah dibanding wanita sehingga ketika terserang pilek atau flu, gejalanya bisa terasa lebih berat dan proses penyembuhannya lebih lama. Dengan kata lain, lebay pria saat sakit ternyata ada dasarnya.

Sistem Imun Pria Lebih Rentan

Melansir Benenden Health, para ilmuwan menemukan bahwa sistem kekebalan pria cenderung lebih lemah dibanding wanita. Hal ini membuat mereka lebih mudah terserang virus, yang menjadi salah satu penyebab fenomena man flu.

Selain itu, menurut Harvard Health Education, kadar testosteron yang tinggi pada pria juga berperan menurunkan imunitas tubuh. Akibatnya, vaksin flu pun tidak selalu membuat pria kebal sepenuhnya sehingga gejala flu tetap bisa terasa parah.

Karena sistem imun yang lebih rentan, gejala ringan pun bisa berkembang lebih serius. Contohnya, batuk sederhana bisa berisiko menjadi infeksi kronis, dan sakit kepala ringan bisa berkembang menjadi migrain parah.

Fakta Menarik Tentang Man Flu 

Berdasarkan studi British Medical Journal (BMJ) 2017 berjudul “The Science Behind Man Flu”, berikut beberapa hal yang membuat pria lebih berlebihan saat flu dan dedam:

1. Hormon Testosteron Bisa Bikin Flu Lebih Parah
Flu disebabkan virus yang menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Namun pada pria, hormon testosteron dapat melemahkan respons kekebalan tubuh terhadap virus ini. Sebaliknya, hormon estrogen pada wanita justru membantu tubuh melawan virus penyebab flu. Inilah salah satu alasan gejala flu pada pria sering terasa lebih berat dibanding wanita.

2. Pria Jarang Langsung Beristirahat
Konstruksi sosial sering memposisikan pria sebagai orang tangguh sehingga mereka cenderung menahan sakit dan tetap beraktivitas walau gejala flu muncul. Wanita, sebaliknya, biasanya langsung beristirahat begitu merasakan gejala flu ringan sehingga lebih cepat pulih.

3. Pria Butuh Waktu Lebih Lama untuk Sembuh
Penelitian selama 6 tahun menunjukkan bahwa pria membutuhkan rata-rata 3 hari untuk pulih dari flu, dua kali lebih lama dibandingkan dengan wanita yang hanya perlu sekitar 1,5 hari. Selain itu, pria juga lebih berisiko dirawat di rumah sakit karena flu.

4. Vaksin Flu Tidak Optimal untuk Pria
Hasil penelitian juga menemukan bahwa vaksin influenza bekerja lebih maksimal pada wanita. Hal ini terkait dengan kadar testosteron pada pria yang menurunkan respons imun terhadap virus sehingga vaksin tidak seefektif pada wanita.

Akan tetapi, fenomena man flu ini bisa dikatakan hanya istilah medis karena penelitiannya masih sedikit. Selain itu, tidak semua pria mengalami flu yang lebih daripada wanita dan sebaliknya.

Meski begitu, man flu bukan soal pria yang dramatis atau lebay, melainkan cerminan perbedaan biologis antara pria dan wanita. Untuk tetap sehat dan mencegah flu dan demam, kunci utamanya tetap pola hidup sehat, makan bergizi seimbang, cukup istirahat, dan rutin berolahraga.

Kalau demam atau gejala flu tidak kunjung membaik, jangan menunda untuk segera periksakan diri ke tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan yang tepat.