periskop.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan subvarian baru COVID-19 BA.3.2 alias Cicada belum masuk ke Indonesia hingga awal April. Pemerintah menilai situasi pandemi dalam negeri masih sangat terkendali.
Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Aji Muhawarman mengonfirmasi status penyebaran virus tersebut. "Varian BA.3.2 (Cicada) belum ditemukan di Indonesia dan secara global juga belum menunjukkan peningkatan sirkulasi maupun keparahan," katanya.
Kemenkes terus memperkuat sistem surveilans kesehatan nasional. Pengujian sampel gencar berlangsung di puluhan puskesmas dan rumah sakit sentinel.
Pemerintah juga memperketat pengawasan di berbagai pintu masuk negara. Langkah mitigasi ini mencegah potensi penyebaran subvarian baru dari luar negeri.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebelumnya memasukkan varian Cicada ke dalam kategori Variant Under Monitoring (VUM). Status ini bertujuan mengawasi pola penyebaran dan laju mutasinya.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) mengungkap karakteristik khusus varian baru ini. Cicada tercatat memiliki sekitar 70 hingga 75 mutasi genetik.
Tingkat mutasi tersebut melampaui varian terdahulu seperti JN.1. Lonjakan ini berpotensi memicu antigenic drift atau penurunan efektivitas antibodi tubuh.
Meski bermutasi cepat, gejala klinis paparan Cicada sejauh ini tergolong ringan. Perwakilan National Foundation for Infectious Disease (NFID) dr. Robert H. Hopkins Jr. membenarkan kondisi tersebut pada (26/3).
"Hingga saat ini, belum ada data yang menunjukkan peningkatan risiko rawat inap atau kematian akibat varian ini," ujarnya.
Kemenkes mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Pencegahan utama mencakup pemakaian masker di keramaian dan rutin mencuci tangan.
Situasi kasus domestik saat ini didominasi oleh subvarian berisiko rendah. Kasus penularan mayoritas berasal dari tipe XFG, LF.7, dan XFG 3.4.3.
"Sampai saat ini belum ditemukan varian tersebut di Indonesia. Varian dominan di Indonesia saat ini adalah XFG, LF.7, dan XFG 3.4.3 dengan risiko yang tergolong rendah," tambahnya.
Tinggalkan Komentar
Komentar