periskop.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun dalam APBN tahun ini untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

‎"APBN tahun ini menyiapkan untuk MBG Rp335 triliun. Jadi aman," kata Airlangga dalam acara Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS), Jakarta, Selasa (13/1). 

‎Menurut Airlangga, model bisnis Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinilai sangat kuat karena menggunakan skema pembayaran di muka sebelum produksi dilakukan, sehingga memberikan arus kas (cash flow) yang sehat bagi pelaksana program.

‎Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan pemerintah, sejumlah pelaku SBBG yang telah beroperasi bahkan berencana memperluas usahanya dengan membangun unit kedua dan seterusnya. Di beberapa daerah, partisipasi masyarakat juga mulai terlihat.

‎"Dan beberapa yang kami monitor itu ada beberapa yang sudah punya satu pasti mau bikin yang kedua. Yang kemudian seterusnya. Dan bahkan di sebuah daerah seperti di Lamongan, masyarakat urunan untuk bikin SPPG," jelasnya.

‎Airlangga menjelaskan, dari total anggaran Rp335 triliun tersebut, setiap kuartal berpotensi mengalir hampir Rp80 triliun ke tingkat akar rumput (grassroot). Angka ini dinilai jauh lebih besar dibandingkan stimulus pemerintah pada kuartal pertama tahun lalu yang mendekati Rp37 triliun.

‎"Dan ini untuk MBG ini diperkirakan akan mempekerjakan 3 juta orang. Dan kalau rule of thumb 1% pertumbuhan ekonomi itu 400 ribu orang," jelasnya. 

‎Lebih lanjut, Airlangga menambahkan, meskipun target pertumbuhan ekonomi dalam APBN ditetapkan sebesar 5,4%, pemerintah secara internal menargetkan pertumbuhan yang lebih tinggi.

‎"Walaupun di APBN 5,4% tapi internally kita mau dorong ke 6%, 5,8% sampai 6%," Airlangga mengakhiri.